Usai Digarap Pakai Alat Berat, Perbaikan Jalan Rusak Desa Lubuk Lancang – Suak Tapeh, Tuai Beragam Komentar Netizen

KOMENTAR NETIZEN : Postingan unggahan foto sebuah kendaraan alat berat saat sedang melintasi jalan rusak di desa Lubuk Lancang kecamatan Suak Tapeh, Banyuasin, milik salah satu akun media sosial ini banyak tuai beragam komentar dari netizen.

BANYUASIN — Aktivitas perbaikan jalan rusak dan berlumpur, tepatnya di dusun Pandan V desa Lubuk Lancang, kecamatan Suak Tapeh, kabupaten Banyuasin, Rabu (21/1/2026), tuai beragam komentar dari warganet (netizen, red).

Reaksi para netizen ini muncul membanjiri laman salah satu pemilik akun media sosial bernama Eva, usai memposting unggahan foto aktivitas kendaraan alat berat yang melintasi jalan tanah yang rusak dan berlumpur.

Bacaan Lainnya

Dalam unggahan foto yang ia bagikan itu, menunjukkan kondisi jalan yang kian licin dan penuh bekas tapakan roda kendaraan, usai dilintasi kendaraan alat berat.

NETIZEN : Tulisan reaksi para netizen yang mengomentari postingan unggahan foto salah satu pemilik akun media sosial.

Tak menunggu lama, unggahan tersebut langsung dibanjiri beragam komentar dari netizen. Sebagian memberikan dukungan, sementara lainnya melontarkan sindiran pedas.

Akun Jo Joko misalnya, ia menuliskan kalimat ungkapan dukungan. “Mantap,” tulisnya, singkat. Sementara, Sarina Wee dalam komentarnya berharap kondisi jalan segera diperbaiki “Semoga be segera bagus.”

Namun, tidak sedikit yang memberikan komentar bernada sindiran. Salah satunya datang dari akun Jodi Jodi yang menuliskan, “Abis digarap harusnya dikasih batu koral.” Komentar ini disetujui oleh akun Sur Ya yang membalas, “Benar.”

Di sisi lain, akun Sutam Bae mengingatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dan pihak terkait. “Jangan dak lemak be dengan masyarakat dengan netizen juga yang banyak komentar pedas,” tulisnya.

Pantauan dari foto yang beredar menunjukkan jalan tersebut mengalami kerusakan cukup signifikan, dengan permukaan berlumpur dan bekas lintasan alat berat yang dalam. Kondisi ini dinilai dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Diketahui alat berat tersebut merupakan bantuan dari perusahaan proyek jalan tol, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI).

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana pekerjaan terkait kondisi jalan tersebut, apakah akan dilakukan perbaikan lanjutan seperti pengerasan atau penimbunan batu koral sebagaimana disarankan warga.

Warga berharap, aktivitas alat berat tidak hanya meninggalkan jejak kerusakan, tetapi juga diikuti dengan tanggung jawab perbaikan agar akses jalan masyarakat tetap aman dan nyaman dilalui. (Zaki)

Editor: Donni

Pos terkait