Tak Ada yang Terbuang Sia-Sia, Paku Bekas Pengecoran Jalan TMMD Dikumpulkan Untuk Dimanfaatkan Kembali

BATANG – Di balik kegiatan pembangunan jalan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0736/Batang, terdapat aktivitas sederhana yang memiliki nilai manfaat tersendiri. Paku-paku bekas yang sebelumnya digunakan untuk memasang bekisting pengecoran jalan kini mulai dicabuti dan dikumpulkan agar tidak terbuang begitu saja.

Kegiatan tersebut dilakukan di lokasi pembangunan jalan Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, setelah sebagian bekisting atau cetakan sementara beton dibongkar dari bagian jalan yang telah melalui proses pengerasan.

Paku yang sebelumnya berfungsi menyatukan papan-papan kayu bekisting dilepaskan satu per satu. Meski tampak sebagai pekerjaan kecil, proses pencabutan membutuhkan ketelitian karena sebagian paku masih tertancap kuat pada kayu, bahkan ada yang mengalami perubahan bentuk akibat penggunaan sebelumnya.

Paku-paku yang berhasil dikumpulkan kemudian dapat dipilah berdasarkan kondisinya. Paku yang masih layak berpotensi digunakan kembali untuk kebutuhan pekerjaan ringan yang sesuai, sedangkan paku yang sudah bengkok atau tidak memungkinkan dipakai ulang dapat dikumpulkan sebagai besi bekas yang memiliki nilai jual.

Pemanfaatan kembali material tersebut menjadi salah satu contoh penerapan sikap hemat dan kepedulian terhadap lingkungan. Barang yang sebelumnya dianggap sebagai sisa pekerjaan ternyata masih dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan baik.

Selain mengurangi limbah material, pencabutan paku dari papan bekisting juga penting untuk menjaga keselamatan di sekitar lokasi pekerjaan. Paku yang dibiarkan menonjol pada kayu berpotensi melukai pekerja maupun warga yang berada di sekitar area pembangunan.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan besar seperti pengangkutan material, pengadukan semen, dan pengecoran jalan. Penanganan sisa material setelah pekerjaan pun menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kebersihan lokasi.

Di tengah semangat gotong royong antara anggota Satgas TMMD dan masyarakat, pemanfaatan barang bekas menjadi pengingat bahwa setiap material memiliki nilai yang patut diperhitungkan. Penggunaan kembali bahan yang masih layak juga dapat membantu mengurangi kebutuhan pengadaan material baru.

Apabila tidak dapat digunakan kembali, paku bekas yang terkumpul masih berpotensi memberikan nilai ekonomi melalui penjualan kepada pengepul besi tua. Dengan demikian, material sisa pembangunan tidak harus berakhir menjadi sampah yang berserakan.

Melalui TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736/Batang, pembangunan jalan di Desa Sembung diharapkan tidak hanya menghadirkan akses transportasi yang lebih baik, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan memanfaatkan sumber daya secara bijak.

Dari paku-paku kecil yang dicabut satu per satu, tersimpan pelajaran sederhana bahwa kepedulian terhadap pembangunan juga dapat diwujudkan melalui penghematan, ketelitian, dan kemampuan melihat manfaat dari barang yang tersisa.

Pos terkait