BATANG – Pengabdian anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0736/Batang tidak hanya terlihat melalui pembangunan infrastruktur. Di sela kesibukan menyelesaikan berbagai sasaran fisik, kepedulian terhadap aktivitas keseharian masyarakat juga menjadi bagian dari kebersamaan antara TNI dan rakyat.
Seperti yang dilakukan Prada Eko, salah seorang anggota Satgas TMMD, saat membantu Ibu Karsinah, warga Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, memilah kemiri yang merupakan salah satu hasil bumi masyarakat setempat.
Tanpa canggung, Prada Eko turut membantu pekerjaan sederhana tersebut. Kemiri dipilah untuk memisahkan hasil yang kondisinya baik dari yang kurang layak, sehingga hasil panen dapat ditangani dengan lebih rapi sebelum dimanfaatkan atau dipasarkan.
Bagi masyarakat pedesaan, hasil bumi bukan sekadar komoditas pertanian. Di balik setiap hasil panen, terdapat jerih payah dan harapan keluarga untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kekayaan alam yang mereka kelola.
Pekerjaan memilah kemiri membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Meski terlihat ringan, proses tersebut dapat menyita waktu apabila dilakukan dalam jumlah banyak. Kehadiran Prada Eko pun menjadi bantuan tenaga sekaligus teman berbincang bagi Ibu Karsinah.
Suasana kebersamaan tersebut memperlihatkan sisi lain kehidupan seorang prajurit. Tangan yang sehari-hari terbiasa mengangkat material bangunan, membantu pengecoran jalan, dan menyelesaikan pekerjaan fisik, kini turut membantu memilah hasil pertanian warga.
Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Duduk bersama warga, mengenal mata pencaharian mereka, dan ikut meringankan pekerjaan sehari-hari juga merupakan bentuk kepedulian yang nyata.
Melalui interaksi seperti ini, anggota Satgas TMMD dapat semakin memahami kehidupan masyarakat di lokasi penugasan, termasuk bagaimana warga mengolah hasil bumi sebagai bagian dari kegiatan ekonomi keluarga.
Di sisi lain, pembangunan jalan yang menjadi salah satu sasaran utama TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736/Batang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kegiatan pertanian dan perdagangan masyarakat. Akses transportasi yang lebih baik dapat membantu kelancaran pengangkutan hasil bumi menuju tempat penjualan.
Kemiri yang dipilah Ibu Karsinah menjadi contoh sederhana bahwa pembangunan infrastruktur dan kehidupan ekonomi pedesaan memiliki hubungan erat. Jalan yang memadai dapat mendukung mobilitas masyarakat, sementara hasil pertanian menjadi salah satu sumber penggerak perekonomian desa.
Kebersamaan Prada Eko dan Ibu Karsinah pun menghadirkan pesan bahwa kehadiran Satgas TMMD bukan semata-mata untuk membangun sarana fisik, melainkan juga untuk menjalin hubungan kekeluargaan dengan masyarakat.
Sebab, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri atau jalan yang selesai dicor, tetapi juga dari kedekatan dan rasa saling peduli yang tumbuh selama prajurit berada di tengah rakyat.(*)



