USDJPY Berpotensi Melemah ke 156.598, Ini Analisis Dupoin Futures

JAKARTA – Pergerakan USDJPY masih menghadapi dinamika antara ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Dolar AS masih mendapatkan dukungan dari prospek suku bunga The Federal Reserve (The Fed), tetapi secara teknikal USDJPY mulai menunjukkan potensi pelemahan setelah harga belum mampu menembus zona supply pada timeframe H4.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, USDJPY berpotensi kembali mengalami pelemahan setelah harga gagal ditutup di atas zona supply 157.517–157.859. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pasangan mata uang ini untuk melanjutkan penurunan menuju zona support terdekat di 156.598–155.927.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa pergerakan tersebut berpotensi membentuk pola ABC Correction. Pola ini menunjukkan adanya peluang koreksi setelah USDJPY mengalami fase penguatan sebelumnya. Apabila tekanan jual berlanjut, pelemahan menuju area support 156.598–155.927 menjadi skenario yang perlu diperhatikan.

Selain itu, pola ABC Correction tersebut juga berpotensi menjadi indikasi awal perubahan arah tren. Jika tekanan jual semakin kuat, struktur harga dapat berkembang menjadi reversal dari tren bullish menuju bearish. Karena itu, respons USDJPY terhadap zona supply 157.517–157.859 menjadi salah satu area penting dalam menentukan arah pergerakan jangka pendek.

Dari sisi fundamental, USDJPY masih mendapatkan dukungan dari perbedaan ekspektasi suku bunga antara AS dan Jepang. The Fed mempertahankan sikap hawkish dan pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya. Kondisi tersebut dapat menjaga daya tarik dolar AS terhadap yen.

Reuters melaporkan pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober masih cukup tinggi, sementara kenaikan Treasury yield turut memberikan dukungan terhadap dolar AS. Imbal hasil Treasury 10 tahun juga berada di atas 5% dan menjadi salah satu faktor yang menopang dolar.

Di Jepang, Bank of Japan (BOJ) sebelumnya telah menaikkan suku bunga menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun. Namun, keputusan tersebut belum menghasilkan penguatan yen yang signifikan karena dua anggota BOJ berbeda pendapat dan panduan kebijakan dinilai belum cukup hawkish. Kondisi tersebut membuat perbedaan kebijakan moneter AS dan Jepang masih menjadi faktor yang mendukung USDJPY.

Meski demikian, penguatan dolar terhadap yen juga menghadapi risiko intervensi dari pemerintah Jepang. Perhatian terhadap potensi intervensi kembali meningkat setelah diplomat mata uang Jepang, Atsushi Mimura, menyatakan bahwa pasar perlu memperhatikan peringatan pemerintah terkait pelemahan yen dan tidak menutup kemungkinan adanya langkah lebih lanjut untuk menstabilkan mata uang tersebut.

Risiko intervensi menjadi faktor penting karena dapat meningkatkan volatilitas USDJPY, khususnya ketika pelemahan yen berlangsung cepat. Artinya, meskipun perbedaan suku bunga masih memberikan dukungan fundamental terhadap dolar AS, pergerakan USDJPY tetap berpotensi menghadapi tekanan apabila otoritas Jepang meningkatkan sinyal intervensi.

Menurut Dupoin Futures, pelaku pasar perlu mencermati kombinasi struktur teknikal dan perkembangan kebijakan moneter kedua negara. Zona supply 157.517–157.859 menjadi level penting untuk menentukan apakah penguatan USDJPY masih dapat berlanjut atau justru memasuki fase koreksi.

Dengan demikian, prediksi USDJPY hari ini menunjukkan potensi pelemahan menuju 156.598–155.927 selama harga belum mampu menembus zona supply 157.517–157.859. Pola ABC Correction berpotensi memperkuat skenario koreksi dan menjadi indikasi awal reversal dari tren bullish menuju bearish. Namun, arah dolar AS, ekspektasi suku bunga The Fed, kebijakan BOJ, serta risiko intervensi Jepang tetap menjadi katalis utama yang dapat memengaruhi volatilitas USDJPY.

Pos terkait