NUNUKAN – Ratusan personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat secara serentak memulai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Program ini resmi dibuka pada Rabu (15/7/2026) dan akan berjalan selama 30 hari hingga 13 Agustus 2026.
Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Inf Toni Prasetyo menjelaskan bahwa pemilihan Desa Liang Bunyu sebagai lokasi utama didasarkan pada pembagian wilayah kerja Kodim yang terdiri dari tiga hamparan. Sebelumnya kegiatan telah dilaksanakan di wilayah daratan Nunukan, sehingga giliran kali ini jatuh pada Pulau Sebatik.
“Tidak ada ketentuan khusus pemilihan lokasi. Karena kita punya tiga hamparan wilayah, sebelumnya sudah dilaksanakan di Nunukan daratan, maka sekarang jatahnya Pulau Sebatik,” ujar Letkol Toni.
Ia menambahkan meski Liang Bunyu menjadi pusat kegiatan, sasaran pembangunan tetap disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di satu kawasan. Contohnya, dari lima unit rumah tidak layak huni yang direnovasi, empat berada di Desa Liang Bunyu dan satu unit di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Selain itu, juga akan dibangun fasilitas penampungan mata air di Kampung Tator, Nunukan Tengah, untuk memudahkan akses air bersih warga yang sudah lama memanfaatkan sumber tersebut.
Salah satu program unggulan adalah pembukaan badan jalan sepanjang 3 kilometer dengan lebar 6 meter. Jalur ini akan menjadi penghubung alternatif antara wilayah atas dan bawah menuju Desa Liang Bunyu, sehingga warga tidak perlu lagi memutar lewat wilayah Bambangan.
“Jalan ini sangat bermanfaat bagi petani sawit mandiri di wilayah atas. Nanti mereka bisa lebih cepat membawa hasil panen ke pemukiman dan akses ke mana saja jadi lebih lancar,” jelas Dandim.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan H. Raden Iwan Kurniawan menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergitas seluruh elemen pelaksana. Menurutnya, pembangunan di perbatasan bukan sekadar infrastruktur, melainkan juga memperkuat kedaulatan negara.
“TMMD adalah bukti nyata kerja sama TNI, pemerintah, dan masyarakat. Perbatasan harus menjadi wilayah yang maju, aman, dan sejahtera. Semakin baik taraf hidup warga di batas negara, semakin kuat pula semangat nasionalisme kita,” tegasnya.
Program ini didukung anggaran dari Komando Atas dan Pemerintah Daerah, serta melibatkan total 150 personel: 80 orang TNI AD, 20 orang TNI AL, 5 orang TNI AU, 20 orang Polri, 25 orang aparat daerah, serta dukungan penuh masyarakat.
Berikut rincian sasaran pembangunan:
Sasaran Fisik:
- Pembukaan jalan 3.000 meter × 6 meter
- 4 unit gorong-gorong
- Rehabilitasi 5 unit rumah tidak layak huni
- 5 unit MCK dan 5 unit sumber air
- Rehabilitasi 1 unit masjid
- Lahan ketahanan pangan seluas 1 hektare
Sasaran Nonfisik:
Penyuluhan wawasan kebangsaan, keamanan, pencegahan narkoba, kesehatan, penurunan stunting, pertanian, keluarga berencana, serta sosialisasi rekrutmen TNI Angkatan Darat.
Acara pembukaan ditandai penyerahan simbolis alat kerja oleh Pj Sekda Raden Iwan Kurniawan di Lapangan Sepak Bola Desa Liang Bunyu, dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat. Usai upacara, Dandim dan Sekda langsung meninjau lokasi renovasi rumah warga bernama Olivia serta jalur pembukaan jalan baru. (*)