PALEMBANG – Walikota Palembang Ratu Dewa resmi membuka Ke juaraan Harazuke Open ke 2 yang di Wakili Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah, Hukum dan HAM, Assiten 2 Edison SE MSi di Jakabaring Sport City GOR Dempo Sabtu (29/8/26). 700 Atlet Karate dari 51 Kontingen ikut berlaga di kejuaraan Harazuke Open ke 2.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pendidikan Kota Palembang, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Palembang, KONI Kota Palembang, serta Sekretaris Umum FORKI Sumatera Selatan, Sensei Yanwarshah.
Hadir pula Ketua Komisi Teknik Go-Kasi Sumatera Selatan Shihan Kanang Alideras, Ketua Go-Kasi Palembang Hermansyah, S.IP., M.Si., para utusan perguruan karate di Kota Palembang, serta para atlet peserta kejuaraan.
Ketua Pelaksana Harukaze Open ke 2 Dedy Irawan, S.H., M.H., mengatakan kejuaraan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menggali potensi atlet sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi para karateka.
“Tujuan kami mengadakan kejuaraan ini salah satunya untuk menggali potensi atlet. Kami berharap dari ajang ini lahir generasi muda yang berprestasi dan nantinya mampu membawa nama Sumatera Selatan ke tingkat nasional hingga internasional
Menurutnya, kompetisi tidak hanya menjadi sarana untuk mengejar kemenangan, tetapi juga penting dalam membangun mental dan kedisiplinan atlet.
Sedikitnya 15 kontingen dari berbagai daerah ambil bagian dalam kejuaraan terbuka tersebut. Selain peserta dari Sumatera Selatan, terdapat pula atlet yang datang dari Provinsi Bengkulu.
Harukaze Open ke 2 mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari open tournament, antarpelajar, mahasiswa, master usia 35-45 tahun, legenda usia 45 tahun ke atas, hingga kelompok usia 7-45 tahun.
Selain memperebutkan gelar juara di masing-masing kategori, para peserta juga bersaing untuk membawa pulang Piala Bergilir Wali Kota Palembang.
“Piala bergilir ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk memberikan penampilan terbaik.
Namun yang paling penting, kami ingin kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan, menambah jam terbang atlet, sekaligus mempererat silaturahmi antarperguruan,” ujar Dedy.
Ketua Komisi Teknik Go-Kasi Sumatera Selatan Shihan Kanang Alideras., mengatakan Harukaze Open ke 2 tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Menurutnya, kejuaraan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarpadepokan sekaligus menemukan atlet-atlet potensial.
“Kejuaraan ini kita laksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antarpadepokan sekaligus mencari bibit-bibit atlet yang berpotensi untuk berprestasi,” ujar Kanang.
Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi salah satu tahapan pembinaan untuk melahirkan karateka muda yang mampu mengharumkan nama daerah, mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional.
Kanang menjelaskan Harukaze Open merupakan kejuaraan yang bersifat terbuka. Dengan konsep tersebut, kesempatan berpartisipasi diberikan kepada atlet maupun kontingen yang memenuhi ketentuan pertandingan.
“Kami berharap para atlet bisa tampil maksimal, menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas,
Ia juga mengingatkan para atlet untuk menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti pertandingan yang berlangsung selama dua hari.
Tidak hanya atlet, Kanang turut menekankan pentingnya profesionalisme jajaran juri dan wasit. Seluruh pertandingan diharapkan berlangsung objektif dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
“Kami berharap ke depan semakin banyak kabupaten dan kota di Sumatera Selatan yang ikut berpartisipasi, sehingga pembinaan dan kompetisi karate dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.
Go-Kasi Sumatera Selatan yang didirikan oleh Kandang Alidras selama ini terus mendorong pengembangan olahraga karate melalui berbagai kegiatan pembinaan dan kompetisi.
Sementara itu, Edison mengapresiasi pelaksanaan Harukaze Open ke 2 Menurutnya, semakin sering seorang atlet mengikuti kompetisi, maka semakin banyak pula pengalaman yang diperoleh, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. (Sg)



