Rangkaian Besi Kokohkan Cor Jembatan Desa Krangean

PURBALINGGA – Pembangunan jembatan dalam program TMMD Reguler ke-128 di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, terus menunjukkan progres yang signifikan. Di balik mulai terbentuknya cor beton yang kokoh, terdapat tahapan krusial yang menjadi penentu kekuatan konstruksi, yakni perangkaian besi sebagai tulang utama jembatan.

Sejak pagi hari, anggota Satgas TMMD bersama warga tampak telaten merangkai batang-batang besi. Dengan penuh ketelitian, besi-besi tersebut disusun secara presisi agar mampu menopang beban jembatan secara maksimal. Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum proses pengecoran dilakukan.

Serka Parjiono, anggota Satgas TMMD turut menjelaskan, jika perangkaian besi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Setiap sambungan harus kuat dan sesuai dengan ukuran yang telah direncanakan agar menghasilkan struktur yang kokoh dan tahan lama.

“Rangkaian besi ini ibarat tulang dalam tubuh jembatan. Jika disusun dengan benar, maka hasil cornya akan kuat dan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya disela kegiatan, pada Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud nyata kemanunggalan antara TNI dengan rakyat. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif warga Desa Krangean yang turut membantu dalam setiap proses pengerjaan.

“Semangat gotong royong yang terus terjaga ini menjadikan rangkaian besi yang tersusun rapi bukan hanya simbol kekuatan konstruksi, namun harapan baru bagi masyarakat,” ungkap Serka Parjiono.

Tak hanya itu, Serka Parjiono juga menambahkan, jika warga setempat pun menyambut pembangunan ini dengan penuh antusias. Jembatan yang tengah dibangun diharapkan mampu memperlancar akses antar wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

“Lebih dari sekedar penghubung, namun jembatan TMMD Desa Krangean juga menjadi simbol eratnya kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam membangun negeri,” imbuhnya.(Mukhid Pen Purbalingga)

Pos terkait