Raih 19 Medali Internasional, MAN IC OKI Unjuk Prestasi di Indonesia Inventors Day 2026

Jakarta – Prestasi spektakuler tingkat dunia berhasil diukir oleh murid-murid MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (MAN IC OKI). Sebanyak 19 tim riset madrasah tersebut sukses memborong 19 medali, terdiri atas 8 Medali Emas (Gold Medal) dan 11 Medali Perak (Silver Medal), dalam ajang inovasi internasional Indonesia Inventors Day (IID) 2026 di SMESCO Indonesia, Jakarta, 3–6 Oktober 2026.
Ajang bergengsi yang digagas untuk mempertemukan para inventor global ini diikuti oleh 543 tim dari 21 negara dengan lebih dari 2.000 peserta. Negara-negara yang berpartisipasi antara lain Thailand, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Iran, Arab Saudi, Tiongkok, hingga Uni Emirat Arab.
Di tengah ketatnya kompetisi internasional tersebut, delapan karya inovatif murid MAN IC OKI berhasil menyabet Gold Medal di berbagai bidang prioritas:
1. Saalim Habibi Sormin (Osbond)
2. M. Tristan Khalfani (HydraGuard)
3. Tsaqib Naufal Zaldi (AeroPulse)
4. Muhammad Faqih Dhiya Ad Din (MyrtiBand)
5. Tengku Syarifah Yasmine Fitria (BITE)
6. M. Rif’at Aqil Suryanto (UroSense AI)
7. Anaya Tahta Pratiwi (AirsoBloc)
8. M. Dema Raja Kirana (SiberAura)
Sementara itu, 11 tim lainnya sukses menyabet Silver Medal, yakni tim yang dimotori oleh Raysha Nadira, Amirah Azka Jaya, Afra Naila Arkana, M Alzian Romawi, Abiyu Farza Athaya, Azizah Nur Latifah, M Albert Abidzan, M Rizqi Baharudinsyah, Waldan Razieq, Satria Ganda Putra, dan Almira Fizlah Qatrunnada.
Inovasi yang dihadirkan para murid terbilang sangat progresif karena merespons langsung isu-isu krusial, mulai dari kesehatan, kecantikan, teknologi informasi, hingga persoalan lingkungan seperti dehidrasi, kualitas tidur, kecemasan, perundungan, dan air bersih.
Kepala MAN IC OKI, Komariah Hawa, mengapresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh para riset muda madrasah tersebut.
“Alhamdulillah, selamat luar biasa! Inovasi dan riset mereka nanti akan berdampak bagi kemajuan ilmu pengetahuan,” ungkap Komariah Hawa, Kamis (8/10/2026).
Salah satu perwakilan murid, Erina, mengaku bersyukur atas penghargaan emas dan special award yang mereka dapatkan setelah melalui masa persiapan yang panjang.
“Ini penyemangat kami setelah berbulan-bulan menyiapkan ini. Kegiatan ini juga didukung BRIN yang mendorong kami berprestasi dan secara masal nantinya berkontribusi pada inovasi-inovasi berkelanjutan,” tutur Erina.
Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Driszal Fryantoni, turut mengapresiasi dan menekankan pentingnya komitmen agar hasil riset pelajar ini tidak berhenti sebagai prototipe, melainkan terus dikembangkan hingga memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat luas.
Capaian 19 medali ini membuktikan bahwa riset madrasah mampu bersaing dan unggul di panggung inovasi dunia.

Pos terkait