Polda Sumsel Perkuat Ketahanan Masyarakat Lawan Narkoba lewat Herd Immunity Policing

PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan memperkuat upaya perlindungan generasi muda dari bahaya narkotika melalui Focus Group Discussion (FGD) Fungsi Reserse Narkoba yang digelar di Palembang, Kamis (1/10/2026). Forum ini mendorong penguatan strategi pencegahan berbasis ketahanan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan dibuka Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana SIK MTCP mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Sandi Nugroho SIK SH MHum dengan mengusung tema “Strategi Penguatan Herd Immunity Policing guna Menanggulangi Kejahatan Narkotika dalam Rangka Ketahanan Ekonomi Nasional yang Produktif dan Inklusif”.

FGD tersebut bertujuan menyusun langkah pencegahan narkotika yang lebih komprehensif dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam membangun ketahanan kolektif terhadap ancaman narkoba.

Dalam sambutan Kapolda Sumsel yang dibacakannya, Wakapolda menekankan pentingnya mengedepankan upaya pencegahan dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

“Kita tidak bangga dapat menangkap pelaku kejahatan, namun kita lebih bangga jika kejahatan itu bisa kita cegah dan menghasilkan rasa aman,” ujar Wakapolda saat membacakan sambutan Kapolda Sumsel.

Melalui konsep herd immunity policing, Polda Sumsel mendorong terbentuknya ketahanan kolektif di tengah masyarakat, sehingga setiap elemen warga dapat berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Masyarakat bukan hanya menjadi objek perlindungan, tetapi menjadi bagian aktif dari sistem pencegahan,” kata Wakapolda menyampaikan pesan Kapolda Sumsel.

Forum tersebut menghadirkan pemaparan dan dialog bersama unsur BNNP Sumsel, DPRD Sumsel, pemasyarakatan, kejaksaan, Bappeda, serta Universitas Sumatera Selatan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diarahkan untuk memperkuat strategi penanggulangan narkotika sesuai tugas dan peran masing-masing lembaga.

Sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam upaya menghadapi ancaman narkotika, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, penegak hukum, institusi pendidikan hingga masyarakat. Pendekatan kolaboratif diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif sekaligus membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap penyalahgunaan narkotika.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana SIK MTCP yang membacakan sambutan Kapolda, menegaskan bahwa sumber daya manusia yang sehat dan bebas narkoba merupakan salah satu modal penting dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional yang produktif dan inklusif.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas, dan bekerja ikhlas dalam memperkuat pencegahan serta penanggulangan narkotika.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba.

“Polda Sumsel mendorong agar perlindungan terhadap generasi muda menjadi gerakan bersama. Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kita ingin memperkuat pencegahan narkoba sekaligus mewujudkan semangat Polri untuk Masyarakat,” ujarnya.

Melalui FGD tersebut, Polda Sumsel mendorong semakin kuatnya ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkotika. Kolaborasi yang dibangun diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap generasi muda serta mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Dengan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!”, Polda Sumsel mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga lingkungan, melindungi generasi muda, dan membangun Sumatera Selatan yang aman, sehat, serta produktif.

Pos terkait