PRABUMULIH, – Tidak banyak anak muda yang mampu menyeimbangkan antara profesi mapan dan pengabdian sosial. Salah satunya adalah Shandi Danusrwarna, SH, MKn, notaris muda asal Prabumulih yang dikenal tak hanya piawai di meja akta, tetapi juga aktif membina generasi melalui organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI).
Amanah di Meja Notaris
Dalam keseharian, Shandi berkutat dengan akta dan dokumen hukum. Namun baginya, profesi notaris tidak sekadar pekerjaan administratif. Setiap tanda tangan adalah bentuk tanggung jawab yang menyangkut kepastian hukum masyarakat.
“Integritas adalah hal utama. Notaris harus menjaga kepercayaan publik dengan sepenuh hati,” katanya.
Jejak di Dunia Organisasi
Sebelum dikenal sebagai notaris, Shandi adalah aktivis kampus yang ditempa di HMI. Di sana ia belajar memimpin, berdiskusi, hingga mengasah kepekaan sosial. Nilai-nilai itulah yang ia bawa hingga kini.
Melalui KAHMI, ia tetap konsisten mengawal kaderisasi. Menurutnya, alumni memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan lahirnya pemimpin baru yang berintegritas.
Harmoni Profesi dan Pengabdian
Bagi Shandi, profesi dan organisasi bukanlah dua dunia yang saling bertabrakan, melainkan dua hal yang saling melengkapi. Profesi menuntut ketelitian dan kedisiplinan, sementara organisasi menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
“Profesi adalah amanah, organisasi adalah pengabdian. Generasi muda harus berani memadukan keduanya,” ujarnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Shandi percaya, kesuksesan tidak hanya diukur dari capaian pribadi. Lebih dari itu, generasi muda harus mau melibatkan diri dalam proses kaderisasi agar mampu menjadi pemimpin yang visioner dan berintegritas.
“Kaderisasi adalah jalan panjang. Dari sanalah lahir pemimpin yang tangguh dan siap mengabdi untuk bangsa,” tegasnya.
Sosok Inspiratif
Kiprah Shandi menjadi contoh nyata bahwa kesibukan profesional tidak menghalangi langkah untuk tetap berkontribusi pada masyarakat. Ia membuktikan, menjaga integritas di ruang notaris bisa berjalan seiring dengan menyalakan api kaderisasi di tengah generasi muda.
Dengan langkahnya, Shandi menegaskan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang apa yang diraih, tetapi juga tentang jejak yang diwariskan untuk membangun generasi berikutnya, tandasnya. (*)




