NUNUKAN — Pengerjaan sasaran fisik program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Pak Hamsah dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0911/Nunukan terus dipacu. Perwira Seksi Teritorial (Pasi Ter) Kodim 0911/Nunukan mengarahkan agar hunian tersebut sudah siap ditempati sepenuhnya setidaknya H-1 minggu sebelum penutupan resmi TMMD digelar.
Optimisme ini didasarkan pada progres pembangunan di lapangan yang berjalan cukup pesat berkat sinergi manunggal antara personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Meski demikian, Pasi Ter menegaskan bahwa pencapaian target waktu tersebut sangat bergantung pada faktor cuaca dan konsistensi kinerja di lapangan.
“Kami menargetkan rumah Pak Hamsah ini sudah rampung total dan siap ditempati paling lambat H-1 minggu sebelum acara penutupan TMMD. Namun, hal itu tentu dengan catatan cuaca tetap bersahabat dan pengerjaan di lapangan terus dioptimalkan setiap harinya,” terang Pasi Ter Kodim 0911/Nunukan.
Mengoptimalkan Sisa Pekerjaan Finishing
Saat ini, pengerjaan rumah Pak Hamsah telah memasuki tahap-tahap akhir (finishing), seperti Pengecatan dinding, pemasangan kelengkapan sanitasi, serta perapian area sekitar bangunan.
Untuk memastikan target waktu tercapai tanpa mengurangi standar kualitas bangunan, Satgas TMMD melakukan beberapa langkah optimalisasi:
Pembagian Shift Kerja: Memaksimalkan jam kerja produktif saat cuaca cerah di pagi hingga sore hari.
Pengawasan Kualitas: Memastikan setiap detail struktur, mulai dari atap hingga lantai, aman dan layak huni.
Gotong Royong Murni: Melibatkan partisipasi aktif warga sekitar untuk membantu percepatan pembersihan dan penataan material.
Mewujudkan Impian Hunian Layak Tepat Waktu
Target penyelesaian lebih awal ini sengaja dipatok agar Pak Hamsah beserta keluarga bisa segera merasakan kenyamanan tinggal di rumah barunya sebelum seluruh rangkaian TMMD ke-129 resmi berakhir.
“Kami ingin saat TMMD nanti ditutup, Pak Hamsah sudah bisa tersenyum lega dan menikmati rumah barunya dengan tenang tanpa ada lagi pekerjaan tertunda. Mohon doanya agar cuaca terus mendukung sampai seluruh pengerjaan selesai 100 persen,” pungkas Pasi Ter.



