Momentum Perbaikan Menguat di Kuartal II 2026
Jakarta – PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (Perseroan; HIS; IDX ticker:HAIS), perusahaan penyedia jasa logistik dan transportasi laut di Indonesia, mencatatkan momentum perbaikan kinerja pada kuartal II 2026 di tengah kondisi industri pelayaran dan logistik komoditas yang masih dinamis. Perbaikan tersebut tercermin dari peningkatan pendapatan dan laba bersih secara kuartalan serta penguatan margin profitabilitas dan arus kas operasi yang tetap terjaga sepanjang semester pertama 2026.
Sepanjang semester I 2026, HIS membukukan pendapatan sebesar Rp372,35 miliar dan laba bersih sebesar Rp18,81 miliar, dengan volume kargo yang diangkut mencapai 4,34 juta metrik ton (MT). Kinerja tersebut berlangsung di tengah kondisi industri yang masih menantang, khususnya pada rantai logistik batu bara. Dinamika perdagangan komoditas dan permintaan jasa pengangkutan turut memengaruhi aktivitas pada segmen tugboat dan barge.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Perseroan berfokus pada faktor-faktor yang berada dalam kendalinya melalui pengelolaan operasi yang lebih selektif, optimalisasi utilisasi armada, disiplin biaya, serta penguatan kualitas pendapatan. Perseroan juga semakin selektif dalam menentukan rute pelayaran dengan memprioritaskan rute yang memberikan kontribusi lebih optimal terhadap profitabilitas.
Kinerja Kuartal II 2026 Tunjukkan Momentum Perbaikan
Memasuki kuartal II 2026, berbagai langkah penyesuaian tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Secara kuartalan, pendapatan Perseroan pada kuartal II tercatat sekitar Rp209,45 miliar, meningkat 28,57% dibandingkan Rp162,90 miliar pada kuartal I 2026. Laba bersih kuartal II juga meningkat menjadi sekitar Rp15,67 miliar, dibandingkan Rp3,14 miliar pada kuartal sebelumnya.
Perbaikan tersebut turut tercermin pada margin laba bersih yang meningkat dari sekitar 1,93% pada kuartal I menjadi 7,48% pada kuartal II 2026, menunjukkan pemulihan profitabilitas seiring dengan peningkatan aktivitas operasional dan langkah pengelolaan biaya yang dijalankan Perseroan.
Direktur Keuangan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, Rickie, mengatakan bahwa perkembangan pada kuartal II menunjukkan hasil dari strategi operasional yang dijalankan Perseroan sejak awal tahun.
“Kami melihat adanya perbaikan kinerja pada kuartal kedua dibandingkan awal tahun. Dalam kondisi pasar yang masih dinamis, fokus kami bukan semata mengejar volume, tetapi memastikan setiap aktivitas operasional dapat memberikan kontribusi yang sehat terhadap profitabilitas dan arus kas. Karena itu, kami semakin selektif dalam menentukan rute, mengoptimalkan utilisasi armada, serta menjaga disiplin biaya,” ujar Rickie.
Arus Kas Operasi Tumbuh
Di tengah kondisi industri yang dinamis, kemampuan Perseroan menghasilkan kas dari aktivitas operasional tetap terjaga. Hingga akhir Juni 2026, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp72,23 miliar, meningkat sekitar 6,30% dibandingkan Rp67,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Arus kas operasi tersebut juga berada di atas laba bersih semester I 2026, mencerminkan kemampuan aktivitas bisnis Perseroan dalam menghasilkan kas di tengah kondisi industri yang menantang. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mendukung kebutuhan operasional, menjalankan investasi produktif, serta mengelola kewajiban secara disiplin.
Disiplin biaya juga terus dijalankan. Beban usaha pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp33,36 miliar, lebih rendah sekitar 24,39% dibandingkan Rp44,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Langkah ini mencerminkan kemampuan Perseroan menyesuaikan struktur biaya terhadap dinamika bisnis tanpa mengurangi fokus terhadap keandalan operasional dan keselamatan pelayaran.
“Bagi kami, kemampuan menghasilkan arus kas merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas kinerja. Di tengah penyesuaian pendapatan, arus kas operasi justru tetap tumbuh. Hal ini memberikan ruang bagi Perseroan untuk tetap menjalankan kebutuhan operasional dan investasi secara terukur, sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan,” tambah Rickie.
Selektif Mengejar Pertumbuhan dan Optimalkan Fleet Management
Memasuki semester kedua 2026, HIS akan mempertahankan pendekatan yang selektif dalam mengelola kapasitas armada. Perseroan memprioritaskan rute pelayaran yang memberikan kontribusi lebih optimal terhadap profitabilitas, sekaligus terus menjajaki peluang kontrak kerja sama jangka menengah dan panjang guna meningkatkan visibilitas pendapatan.
Optimalisasi fleet management juga menjadi salah satu fokus utama. Sepanjang semester I 2026, 61,05% volume kargo Perseroan diangkut menggunakan armada milik sendiri (ownship), meningkat dibandingkan 47,77% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, porsi pengangkutan menggunakan rentship menurun dari 52,23% menjadi 38,95%. Perubahan komposisi tersebut mencerminkan upaya Perseroan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas armada sendiri sejalan dengan strategi peningkatan utilisasi aset.
Perseroan terus meningkatkan perencanaan rute kapal, pengendalian waktu operasional, preventive maintenance, serta monitoring kinerja armada. Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan utilisasi aset sekaligus menekan potensi idle time dan menjaga keandalan operasional. Pemanfaatan data operasional dan sistem monitoring turut diperkuat agar kapasitas armada dapat dialokasikan secara lebih optimal berdasarkan kebutuhan pelanggan, karakteristik rute, dan potensi kontribusinya terhadap kinerja Perseroan.
HIS juga terus memanfaatkan data operasional dan sistem monitoring untuk mendukung evaluasi kinerja armada secara lebih terukur. Dengan pendekatan tersebut, kapasitas armada dapat dialokasikan secara lebih optimal berdasarkan kebutuhan pelanggan, karakteristik rute, serta potensi kontribusinya terhadap kinerja Perseroan.
Strategi ini sejalan dengan pendekatan HIS untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan volume angkutan, tetapi membangun kualitas pendapatan dan profitabilitas yang lebih berkelanjutan.
Investasi Produktif Tetap Berjalan untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Di tengah pendekatan yang prudent terhadap kondisi pasar, Perseroan tetap menjalankan investasi untuk mendukung pengembangan kapasitas jangka panjang.
Sepanjang semester I 2026, HIS merealisasikan sekitar Rp108,04 miliar untuk perolehan aset tetap, meningkat dibandingkan sekitar Rp67,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat kesiapan aset produktif dan kapasitas operasional untuk menangkap peluang pertumbuhan ke depan.
Sejalan dengan investasi tersebut, nilai aset tetap bersih Perseroan tercatat sekitar Rp1,17 triliun per akhir Juni 2026, dibandingkan Rp1,10 triliun pada akhir Desember 2025. Total aset Perseroan mencapai sekitar Rp1,58 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp831,55 miliar. Investasi dilakukan secara terukur dengan tetap mempertimbangkan kemampuan arus kas, struktur permodalan, serta prospek pengembangan bisnis jangka panjang.
Progress FLF Capai 70%, Perkuat Integrated Marine Logistics
Selain optimalisasi bisnis pengangkutan eksisting, HIS terus mempersiapkan sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan kapabilitas integrated marine logistics. Salah satu inisiatif strategis yang tengah dikembangkan adalah proyek floating loading facility (FLF) melalui entitas anak dan perusahaan patungan. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi HIS untuk memperluas peran Perseroan dalam rantai nilai logistik maritim, dari penyedia jasa transportasi menuju penyedia solusi logistik yang semakin terintegrasi.
Hingga akhir Juni 2026, progres pengembangan FLF telah mencapai 70%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan proyek terus berjalan sesuai tahapan menuju target operasional pada pertengahan 2027.
Pengembangan FLF diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses loading dan transshipment, memperluas cakupan layanan kepada pelanggan, serta membuka sumber pendapatan baru bagi Perseroan. Proyek FLF ini akan menjadi milestone penting dalam transformasi HIS dari Perusahaan transformasi Sungai dan laut menjadi penyedia integrated marine logistics.
Semester II Tetap Dikelola Secara Prudent
HIS memandang kondisi industri pada semester kedua 2026 masih memerlukan kehati-hatian. Dinamika permintaan komoditas, kondisi perdagangan global, pergerakan harga batu bara, serta berbagai faktor eksternal lainnya masih berpotensi mempengaruhi aktivitas pengangkutan.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Perseroan akan menjaga momentum perbaikan kuartal II tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian. Fokus diarahkan pada kualitas pendapatan, disiplin pengelolaan biaya dan arus kas, optimalisasi armada, penguatan kontrak jangka panjang, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru.
“Perbaikan pada kuartal kedua memberikan sinyal yang positif, namun kami tetap realistis melihat kondisi industri. Semester kedua akan kami jalankan secara prudent dengan fokus pada kualitas pendapatan, optimalisasi armada, penguatan kontrak jangka panjang, dan disiplin pengelolaan keuangan. Pada saat yang sama, kami terus mempersiapkan fondasi pertumbuhan berikutnya, termasuk pengembangan FLF yang progressnya sekitar 70% hingga akhir Juni 2026 sebagai bagian dari penguatan integrated marine logistics HIS,” pungkas Rickie.
Dengan fondasi operasional yang semakin kuat, disiplin keuangan, serta pengembangan bisnis terintegrasi, HIS optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.



