Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru menekankan pentingnya keberlanjutan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dalam memperkuat penegakan hukum yang humanis serta menjaga kondisi daerah tetap aman dan kondusif.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan dari Dr. Ketut Sumedana kepada Kajati Sumsel yang baru, Nurcahyo JM SH MH, di Griya Agung, Palembang, Jumat (14/8/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyampaikan selamat datang kepada Nurcahyo JM. yang mulai menjalankan tugas sebagai Kajati Sumsel. Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumsel, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kajati baru di Bumi Sriwijaya.
“Atas nama Pemprov Sumsel dan kabupaten/kota se-Sumsel, kami mengucapkan selamat datang di Bumi Sriwijaya kepada Kajati yang baru. Alhamdulillah, kita mendapat teman baru dengan kehadiran Kajati yang mulai bertugas di Sumsel,” kata Herman Deru.
Menurut Herman Deru, Sumatera Selatan merupakan daerah dengan kekayaan keberagaman budaya dan masyarakat. Sedikitnya sembilan suku serta beragam bahasa hidup berdampingan di 17 kabupaten/kota.
Ia pun memperkenalkan sejumlah bahasa dan budaya yang berkembang di kabupaten/kota di Sumatera Selatan kepada Kajati yang baru. Herman Deru menegaskan, keberagaman tersebut selama ini dapat dikelola dengan baik sehingga Sumatera Selatan tetap berada dalam kondisi yang kondusif.
“Keberagaman Sumsel ini luar biasa. Alhamdulillah, kita zero conflict,” ujarnya.
Herman Deru juga memberikan apresiasi kepada Dr. Ketut Sumedana atas kontribusinya selama menjabat sebagai Kajati Sumsel. Menurutnya, pendekatan penegakan hukum yang humanis serta kemampuan Ketut Sumedana dalam membangun komunikasi dan kebersamaan telah memberikan warna positif bagi Sumatera Selatan.
“Pak Ketut banyak memberikan kontribusi dalam penegakan hukum yang humanis dan pembangunan kebersamaan di Sumsel. Penegakan hukum di Sumsel berjalan baik,” ungkapnya.
Herman Deru mendoakan agar Ketut Sumedana dapat terus menorehkan prestasi dalam perjalanan karier selanjutnya. Ia menilai kemampuan membangun komunikasi yang baik menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan tugas di berbagai tempat.
“Semoga karier Pak Ketut semakin gemilang dan cemerlang dengan modal komunikasi yang baik,” katanya.
Kepada Kajati Sumsel yang baru, Herman Deru berharap sinergi yang telah terbangun antara Pemprov Sumsel dan Kejaksaan dapat terus dilanjutkan dan diperkuat. Menurutnya, penegakan hukum yang humanis penting dilakukan agar masyarakat mendapatkan rasa keadilan sekaligus pemahaman hukum yang baik.
Herman Deru juga menyoroti keberlanjutan berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya Pos Bantuan Hukum (Posbankum) dan Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum).
“Kami ingin program Posbankum dan Kadarkum tetap dilanjutkan agar warga Sumsel semakin memahami hukum,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan pemahaman masyarakat terhadap hukum telah memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial di Sumatera Selatan. Salah satunya terlihat dari semakin berkurangnya kebiasaan membawa senjata di tengah masyarakat seiring dengan meningkatnya kesadaran hukum.
“Alhamdulillah, di sini baik-baik. Budaya membawa senjata sekarang sudah berkurang karena masyarakat sudah paham hukum,” katanya.
Selain itu, Herman Deru menyampaikan terima kasih atas berbagai bentuk sinergi yang telah dilakukan jajaran Kejati Sumsel selama ini, termasuk dukungan terhadap sejumlah program pemerintah daerah.
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kejati Sumsel dapat terus diperkuat di bawah kepemimpinan Nurcahyo J.M.
“Mari kita bantu Pak Cahyo melaksanakan tugasnya sebaik mungkin,” ajaknya.
Sementara itu, Kajati Sumsel Nurcahyo J.M. menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan sejak dirinya tiba di Sumatera Selatan. Ia mengaku mendapatkan sambutan luar biasa sejak dari bandara hingga rangkaian acara pisah sambut.
Nurcahyo juga memperkenalkan diri beserta keluarganya. Ia menyampaikan bahwa penugasan sebagai Kajati Sumsel merupakan mutasi ke-18 selama dirinya bertugas di lingkungan Kejaksaan.
Dalam menjalankan amanah barunya tersebut, Nurcahyo turut memberikan apresiasi terhadap capaian yang telah ditorehkan Ketut Sumedana selama memimpin Kejati Sumsel.
“Saya juga mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Ketut dengan capaian yang luar biasa. Saya sebagai Kajati yang baru tinggal melanjutkan. Terkait penegakan hukum tentunya profesional dan yang terpenting juga humanis,” tegasnya.
Nurcahyo menegaskan, Kejati Sumsel akan terus membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Kejaksaan di bidang penegakan hukum.
“Kami akan mendukung pelaksanaan tugas-tugas stakeholder terkait yang berkaitan dengan tugas dan fungsi kami, khususnya berkaitan dengan penegakan hukum,” ujarnya.
Ia berharap kehadirannya bersama jajaran Kejati Sumsel dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia juga berharap kolaborasi seluruh pihak dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Sumatera Selatan.
“Mudah-mudahan dalam melaksanakan tugas kita bisa mewujudkan Sumsel yang lebih maju lagi. Mudah-mudahan kehadiran kami dapat diterima baik oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj. Feby Herman Deru; Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional RI Dr. Ketut Sumedana; Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H., beserta Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Provinsi Sumsel Hanny Nurcahyo; Wakajati Sumsel beserta Wakil Ketua IAD Sumsel Rinaldi Umar, S.H., M.H., dan Fenty Andriany; Pangdam II/Sriwijaya beserta Ketua Persit KCK Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., dan Desy Ujang Darwis; Kapolda Sumsel beserta Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dan Eka Sandi Nugroho; Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H.; Ketua DWP Provinsi Sumatera Selatan Hj. Desy Kasnayati Edward; Ketua Pengadilan Tinggi Palembang Dr. Herdi Agusten, S.H., M.Hum.; Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang yang diwakili Hakim Tinggi Dr. Mustar, S.H., M.H.; Danrem 044/Gapo beserta Ketua Persit KCK Koorcab Rem 044 Brigjen TNI Khabib Mahfud dan Veranti Khabib Mahfud; Kabinda Sumsel Sudadi, S.H., M.Si.; Danlanal Palembang beserta Ketua Cabang 5 Koorcab 3 Jalasenastri Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, M.Tr.Opsla, dan Febby Arry Hendrawan; serta Danlanud SMH beserta Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 10/D.1 Lanud SMH Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., dan Sovi Asep Wahyu Wijaya.



