Firdaus Hasbullah Tegaskan Bukti dengan Kerja Nyata
PALI – Hasil survei yang dirilis ETOS Indonesia Institute pada akhir Mei 2026 menempatkan Partai Demokrat sebagai salah satu partai dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi.
Dengan perolehan 32,3 persen, partai ini menduduki posisi kedua paling konsisten dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, setelah PDI Perjuangan.
Bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik. Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan amanah berat yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
“Bagi kami di Demokrat, konsisten memperjuangkan aspirasi publik bukan sekadar slogan. DNA perjuangan partai ini memang selalu berpihak dan berada di barisan rakyat. Hasil survei ini menjadi pengingat bagi kader di daerah bahwa masyarakat PALI menaruh harapan besar kepada kami,” ujar Firdaus saat diwawancarai, Sabtu (12/6/2026).
Membumikan Aspirasi ke Dalam Tindakan Nyata
Menurutnya, kepercayaan yang tinggi harus terus dijaga dengan menyentuh langsung permasalahan yang dihadapi warga sehari-hari.
Sikap ini terlihat dari respon cepat yang ditunjukkannya baru-baru ini menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang membebani ekonomi masyarakat kecil.
Tidak membiarkan persoalan berlarut, Firdaus menegaskan akan memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) beserta pengelola pangkalan resmi untuk memastikan distribusi kembali lancar dan harga terjangkau.
“Ini adalah wujud bahwa wakil rakyat sejatinya adalah pelayan rakyat. Masalah jalan rusak, harga kebutuhan pokok, hingga layanan kesehatan, semuanya harus didengar dan dibawa ke ruang pengambilan kebijakan,” tegasnya.
Strategi “3K” Jaga Kepercayaan Masyarakat
Untuk mempertahankan kepercayaan tersebut, Firdaus menerapkan strategi yang ia sebut sebagai “3K”: Kerja, Komunikasi, dan Konsisten.
Pertama, Kerja, yakni memprioritaskan program yang manfaatnya langsung dirasakan warga, seperti perbaikan infrastruktur dan bantuan usaha.
Kedua, Komunikasi, yaitu aktif mendengar keluhan dan menjelaskan perkembangan perjuangan kepada masyarakat. Ketiga, Konsisten, yakni selalu hadir di tengah warga baik dalam suka maupun duka.
Ia mengakui sering menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran dan lambannya birokrasi.
Namun, hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus melakukan pengawasan serta memastikan setiap rupiah APBD digunakan secara tepat sasaran.
“Demokrat di PALI harus hadir kapanpun dibutuhkan. Konsistensi inilah yang membuat kepercayaan ini terjaga dan terus tumbuh,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Firdaus mengajak masyarakat untuk terus mengawasi dan menyampaikan aspirasi.
“Kepercayaan kalian adalah kompas perjuangan kami. Kami akan terus bekerja lebih sungguh-sungguh demi kemajuan PALI,” pungkasnya.




