OKU TIMUR, — Memasuki hari kelima pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Tahun Anggaran 2026, pembangunan talud penahan tanah di ruas jalan utama Desa Mengulak, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, terus berjalan progresif dan memuaskan. Hingga pukul 16.00 WIB, Sabtu (17/10), kemajuan pemasangan talud di sisi kiri dan kanan jalan yang direncanakan sepanjang 458 meter telah mencapai 40 persen, naik 1 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Terlihat di lokasi pekerjaan, dinding talud yang tersusun dari batu alam besar kini tampak semakin rapi, kokoh, dan memanjang ke kedua arah. Personel Satgas bekerja bahu-membahu bersama warga: sebagian mengangkut batu alam dan pasir menggunakan kereta sorong, sebagian lain mencampur adukan semen, sementara yang lainnya menyusun batu secara teliti mengikuti garis lurus dan ketebalan yang telah ditetapkan. Setiap susunan dipadatkan dengan cermat agar saling mengunci dan menjadi satu kesatuan dinding yang kuat, mampu menahan tekanan tanah di sisi jalan serta mencegah longsor saat musim hujan tiba. Warga yang melintas pun tampak memperhatikan perkembangan pembangunan dengan senyum penuh harap, menyadari bahwa jalur yang selama ini rawan longsor kini semakin aman dan andal.
Berdasarkan data perkembangan, talud dibangun sepanjang 299 meter di setiap sisi jalan dengan tinggi 1 meter dan lebar 6 meter, sehingga total keseluruhan mencapai 458 meter. Pekerjaan ini berjalan seiring dengan sasaran fisik lainnya: penimbunan badan jalan mencapai 40,5 persen, penyiapan badan jalan 41,5 persen, serta pembuatan box culvert 17 persen. Sebanyak 120 personel TNI, 8 personel Polri, unsur pemerintah daerah, serta 30 warga turut terlibat bergotong royong setiap harinya, menjadikan kemajuan yang dicapai berjalan lebih cepat dan solid.
Dansatgas TMMD Ke-130 Kodim 0403/OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., menyampaikan bahwa talud ini bukan sekadar tembok batu, melainkan pelindung masa depan jalan desa:
“Setiap batu yang tersusun di sini adalah jaminan keselamatan bagi warga Desa Mengulak. Talud ini akan menahan tanah agar tidak longsor ke jalan, menjaga kestabilan permukaan jalan, dan memastikan jalur penghubung warga tetap dapat dilalui kapan saja. Kemajuan 40 persen ini menunjukkan kerja sama yang luar biasa personel dan warga bekerja sebagai satu keluarga. Kami akan terus menjaga kualitas dan kecepatan pekerjaan ini, sehingga talud dapat segera selesai, berfungsi maksimal, dan dinikmati masyarakat dalam jangka waktu yang panjang,” tegas Letkol Arh Yusuf Winarno.
Pembangunan talud ini sangat dinantikan manfaatnya, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama warga menuju lahan pertanian, pemukiman, serta pusat kegiatan desa. Dengan adanya struktur penahan yang kokoh, kerusakan jalan akibat pergeseran tanah dapat dicegah secara signifikan, sehingga biaya perawatan menjadi lebih hemat dan kenyamanan berlalu lintas semakin terjamin.
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, diharapkan seluruh pembangunan talud dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas terbaik, menjadi warisan infrastruktur yang kokoh, awet, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat Kecamatan Madang Suku I.(*)



