Harga Emas Berpotensi Rebound, Dupoin Futures Soroti Level 4.111

JAKARTA – Harga emas atau XAUUSD masih berada dalam tekanan setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan awal pekan. Spot gold sempat anjlok hingga sekitar US$4.111 per ounce, tertekan oleh lonjakan imbal hasil (yield) Treasury Amerika Serikat (AS), penguatan dolar AS, serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Meski demikian, secara teknikal harga emas mulai menunjukkan peluang koreksi naik dalam jangka pendek.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 berpotensi memasuki fase koreksi setelah mengalami penurunan tajam pada Senin. Sinyal potensi rebound tersebut dikonfirmasi oleh terbentuknya pola Bullish Engulfing yang muncul di sekitar level support 4.111.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat level 4.111 menjadi area penting bagi pergerakan emas dalam jangka pendek. Selama support tersebut mampu menahan tekanan jual, XAUUSD berpotensi melakukan koreksi kenaikan menuju resistance terdekat pada kisaran 4.160 hingga 4.202.

Pola Bullish Engulfing yang terbentuk pada timeframe H1 memberikan indikasi adanya peningkatan tekanan beli setelah harga mengalami penurunan tajam. Namun, peluang kenaikan tersebut masih perlu dilihat sebagai koreksi terhadap tren pelemahan sebelumnya. Pergerakan harga di sekitar resistance 4.160–4.202 akan menjadi area penting untuk melihat apakah rebound dapat berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih cukup kuat. Reuters melaporkan bahwa harga emas turun sebanyak 4% pada Senin hingga mencapai US$4.111 per ounce, level terendah sejak awal Agustus. Penurunan tersebut terjadi ketika yield Treasury AS 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Juni 2007, sementara pasar semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed berikutnya.

Kenaikan yield menjadi salah satu faktor utama yang membebani emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. Ketika yield instrumen Treasury meningkat, opportunity cost untuk memegang emas ikut naik sehingga dapat mengurangi daya tarik logam mulia bagi investor. Reuters mencatat pasar kini memperkirakan peluang sekitar 70% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober, yang turut meningkatkan tekanan terhadap harga emas.

Selain yield, penguatan dolar AS juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Dolar memperoleh dukungan dari kenaikan yield Treasury dan meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS. Pada saat yang sama, harga minyak yang tetap tinggi akibat ketegangan AS-Iran menambah kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Meski demikian, risiko geopolitik masih menjadi faktor yang dapat memberikan dukungan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian hubungan AS-Iran dan gangguan terhadap arus energi melalui kawasan Timur Tengah berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai. Namun, untuk saat ini, tekanan dari kenaikan yield dan dolar masih menjadi faktor dominan yang membatasi ruang penguatan XAUUSD.

Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini berdasarkan analisis Dupoin Futures menunjukkan adanya peluang rebound teknikal dalam jangka pendek. Selama level support 4.111 mampu bertahan, XAUUSD berpotensi bergerak naik menguji resistance 4.160–4.202. Namun, kenaikan tersebut masih berpotensi menjadi koreksi selama tekanan fundamental dari penguatan dolar, tingginya Treasury yield, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed belum mereda.

Pelaku pasar dapat mencermati respons harga ketika mendekati area resistance tersebut, sekaligus mengikuti perkembangan dolar AS, Treasury yield, harga minyak, dan konflik AS-Iran sebagai katalis utama yang dapat memengaruhi pergerakan emas hari ini.

Pos terkait