Dihantam Arus Sungai Kelekar, Jembatan Muaro Duo Prabumulih, Ambruk

JEMBATAN MUARA DUO ROBOH : Warga berkerumun menyaksikan bangunan jembatan Muara Duo, jalan Tenggamus, kelurahan Muara Duo, kecamatan Prabumulih Timur, yang roboh, pada Kamis sore (11/12/2025), sekitar pukul 17.45 WIB. Bangunan jembatan tersebut diduga roboh akibat diterjang arus deras sungai kelekar yang meluap, usai dilanda hujan dari Rabu sore hingga Kamis pagi tadi.

Tidak Ada Korban Jiwa dan Kendaraan

PRABUMULIH – Jembatan Muaro Duo, jalan Tenggamus, kelurahan Muara Duo, kecamatan Prabumulih Timur, kota Prabumulih, pada Kamis sore, (11/12/2025) sekitar pukul 17.45 WIB, atau menjelang salat magrib, ambruk (roboh). 

Bacaan Lainnya

Ambruknya bangunan jembatan penghubung dan akses utama masyarakat menuju ke kota ini diduga karena fondasi ketahanan abutmen (abodemen) jembatan yang sudah tidak berfungsi dan terus mengalami erosi. Kondisi ini makin diperparah dengan derasnya arus sungai kelekar yang meluap dan menerjang ketahanan struktur abutmen jembatan.

Beruntung dalam peristiwa yang sempat membuat masyarakat Muaro Duo geger, dan viral di media sosial ini tidak menimbulkan korban jiwa dan kendaraan milik warga, karena memang sebelumnya pemerintah daerah sudah menempatkan petugas di sekitar lokasi jembatan, usai terjadinya keretakan badan jalan jembatan akibat terus dihantam arus deras sungai kelekar. Ditambah adanya penutupan akses jalan di Simpang Muara Duo karena perbaikan drainase dan pemasangan Plat Deker (jembatan kecil atau penutup saluran air).

“Memang sudah ado tando-tando retak pas banjir, sehingga dijago petugas,” ucap Dirman (56), warga setempat kepada media ini, Kamis sore (11/12/2025).

Dijelaskan Dirman, keretakan badan jalan jembatan terparah terjadi di bagian depan jembatan (arah kota). Kondisi tersebut, sambung ia, diduga disebabkan tekstur kondisi tanah bagian bawah jembatan yang turun sudah hampir 1 tahun belakangan.

“Ditambah lagi pekerjaan normalisasi kemarin tambah turun, jadi ketahanan abutmen jembatannya tidak kuat sehingga roboh,” terang Dirman.

Pasca robohnya jembatan Muara Duo yang dibangun pemerintah sekitar tahun 1995, kini warga untuk menempuh keluar masuk kota, terpaksa melewati jalan jalur alternatif, yakni melalui jalan Kaca Piring, Bukit Lebar, dan jalan Lingkar Timur. *

Editor: Donni

Pos terkait