WUHAN – Menurut pihak penyelenggara, acara *Global Mayors Dialogue · Wuhan* dan Konferensi Kerja Sama Kota Persahabatan Internasional Wuhan 2026, yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 21 September, mempertemukan 80 tamu internasional dari 24 kota di 22 negara.
Dalam acara tersebut, para wali kota dan perwakilan kota dari enam kota kembar internasional Wuhan menyerukan kerja sama yang lebih erat di bidang teknologi, industri, pendidikan, dan budaya.
Perwakilan dari Manchester (Inggris), Kemi (Finlandia), Cape Town (Afrika Selatan), Yangon (Myanmar), Rzeszów (Polandia), dan Turkistan (Kazakhstan) berpartisipasi dalam diskusi mengenai inovasi perkotaan, kerja sama industri, dan pertukaran budaya.
Manchester: Awal Baru Setelah 40 Tahun Persahabatan
Tahun ini menandai peringatan 40 tahun hubungan kota kembar antara Wuhan dan Manchester.
Shaukat Ali, Wali Kota Manchester, menyatakan bahwa kotanya siap memperdalam kerja sama dengan Wuhan di bidang pendidikan, budaya, kepemudaan, inovasi, dan industri.
“Manchester berkomitmen untuk mendorong transformasi perkotaan melalui kerja sama terbuka, berbagi peluang, dan membina pembangunan bersama dengan kota-kota kembar internasional seperti Wuhan,” ujarnya.
Ali mengatakan bahwa Manchester telah bertransformasi dari kota pasca-industri menjadi ekonomi yang berorientasi pada inovasi, dengan fokus pada manufaktur maju, kecerdasan buatan, ilmu hayati, dan teknologi ramah lingkungan.
Ia menyebutkan bahwa kedua kota dapat berbagi pengalaman dalam hal transformasi perkotaan, kawasan inovasi, kerja sama universitas-industri, dan pembangunan rendah karbon, sembari mendorong hubungan antara universitas, dunia usaha, dan lembaga penelitian.
Ia juga menyoroti hubungan pendidikan dan budaya yang telah terjalin, termasuk kerja sama antara Universitas Hubei dan Manchester Metropolitan University serta pertukaran antara Royal Northern College of Music dan Wuhan Conservatory of Music.
Kemi: Menyeimbangkan Pertumbuhan dengan Perlindungan Lingkungan
Mikko Koivulehto, ketua Dewan Kota Kemi, mengatakan kota Finlandia berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan.
“Kami percaya bahwa menjaga alam dan membangun kota yang sejahtera dapat berjalan beriringan,” ujarnya.
Kemi, sebuah kota pelabuhan di Laplandia Finlandia, telah mengembangkan industri berdasarkan bahan mentah terbarukan, energi bersih, dan bioekonomi. Kota ini juga berupaya memperluas pariwisata dan meningkatkan kelayakan huni.
Tahun ini menandai peringatan 10 tahun hubungan persahabatan antara Wuhan dan Kemi. Kedua kota telah bekerja sama di berbagai bidang termasuk perdagangan, ekonomi sirkular, pariwisata dan pertukaran pemuda.
Cape Town: Teknologi dan Lapangan Kerja adalah Kunci Transformasi Perkotaan
Lungelo Mbandazayo, manajer kota Cape Town, mengatakan inovasi teknologi, pengembangan bakat, infrastruktur dan pembaruan ramah lingkungan adalah kunci transformasi Wuhan.
Cape Town, Kota Desain UNESCO, berupaya memperluas sektor teknologi dan digitalnya sambil mempromosikan teknologi ramah lingkungan dan ekonomi inklusif.
Mbandazayo mengatakan pengangguran kaum muda masih menjadi tantangan besar bagi Cape Town dan perkembangan teknologi diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja.
Setelah mengunjungi perusahaan-perusahaan dan fasilitas teknologi di Wuhan, dia mengatakan Cape Town berharap dapat memperdalam pertukaran dengan Wuhan dalam bidang teknologi dan bakat.
Yangon: Menjajaki Kerja Sama Praktis dengan Wuhan
Wali Kota Yangon, Myo Myint Aung, menyatakan bahwa pihaknya ingin menimba pengalaman dari Wuhan terkait pengembangan kota cerdas (*smart city*), tata kelola digital, transportasi cerdas, dan ketahanan perkotaan.
Dalam acara tersebut, Wuhan dan Yangon menandatangani surat pernyataan niat mengenai pertukaran persahabatan dan kerja sama.
Yangon sedang menyusun rencana jangka panjang untuk mengakomodasi pertumbuhan populasi serta memperluas infrastruktur perkotaan, industri, dan transportasi.
Saat berkunjung ke Wuhan pada 19 September, Myo meninjau monorel gantung Photon di Optics Valley, HGTECH, serta pabrik peralatan rumah tangga pintar Xiaomi.
“Kami datang ke Wuhan bukan sekadar untuk mengamati, melainkan untuk belajar dan menjalin kerja sama,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Yangon berharap dapat mengembangkan manufaktur cerdas dan memperkuat kerja sama di bidang teknologi informasi.
Rzeszów: Peluang di Sektor Kedirgantaraan dan Teknologi
Wali Kota Rzeszów, Konrad Fijołek, mengatakan bahwa kota di Polandia tersebut berharap dapat bekerja sama dengan Wuhan di bidang kedirgantaraan, teknologi sensor, keanekaragaman hayati, dan aksi iklim.
Rzeszów merupakan lokasi bagi “Aviation Valley,” sebuah klaster kedirgantaraan utama di Eropa Tengah.
“Menjajaki kerja sama dengan Wuhan adalah alasan saya datang ke sini,” kata Fijołek.
Setelah mengunjungi HGTECH dan pabrik peralatan rumah tangga pintar Xiaomi, ia mengaku terkesan dengan sistem manufaktur otomatis serta teknologi sensor dan satelit yang dimiliki Wuhan.
Ia mengatakan bahwa kota-kota dapat berperan menghubungkan universitas, dunia usaha, dan lembaga penelitian, sekaligus mendorong kerja sama internasional.
Turkistan: Lima Bidang Kerja Sama
Wali Kota Turkistan, Azimbek Pazylbekuly, menyatakan bahwa kotanya berharap dapat memperluas kerja sama dengan Wuhan di bidang pariwisata dan budaya, pendidikan dan sains, investasi dan kewirausahaan, digitalisasi dan inovasi, serta transportasi dan logistik.
Dalam acara tersebut, Wuhan dan Turkistan menandatangani nota kesepahaman mengenai pertukaran persahabatan dan kerja sama.
Turkistan, sebuah kota kuno di Jalur Sutra sekaligus Situs Warisan Dunia UNESCO, tengah mengembangkan berbagai industri yang mencakup pengolahan pangan, tekstil, furnitur, dan bahan bangunan.
Pazylbekuly mengatakan bahwa kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, universitas, dan lembaga penelitian dapat membantu mewujudkan pertukaran antar-kedua kota tersebut menjadi proyek-proyek nyata.
Konferensi ini juga mencakup perayaan hari jadi hubungan kota bersahabat serta upacara penandatanganan 10 proyek kerja sama. Selain itu, diluncurkan pula daftar digital peluang kerja sama dan sebuah inisiatif mengenai kerja sama kota bersahabat internasional.
Selama kunjungan mereka, para wali kota meninjau berbagai fasilitas teknologi, manufaktur, dan ekologi di Wuhan, termasuk monorel gantung Optics Valley, pusat konservasi lumba-lumba tanpa sirip punggung (finless porpoise) Sungai Yangtze, serta fasilitas Xiaomi, HGTECH, dan Dongfeng Motor.



