Bupati HM Toha Tohet Tegaskan PKM Terealisasi

Jadi Unggulan Muba Hingga Raih Penghargaan Program Terbaik untuk Wakili Sumsel ke Nasional

SEKAYU – Bupati Muba HM Toha Tohet SH menegaskan Program Keluarga Maju (PKM) bukan sekadar wacana, melainkan telah direalisasikan sejak tahun pertama masa Pemerintahannnya dan akan terus diperluas dengan penambahan jumlah penerima manfaat pada tahun-tahun berikutnya.

Program yang menjadi janji politik Bupati HM Toha Tohet SH dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen tersebut kini telah memiliki landasan hukum yang kuat serta mekanisme pelaksanaan yang terukur sehingga implementasinya berjalan sesuai tahapan.

“Program Keluarga Maju (PKM) merupakan komitmen pemerintah daerah untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, berbasis data, tepat sasaran, serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Bupati HM Toha Tohet SH.

Ia menjelaskan, komitmen tersebut diperkuat dengan keberhasilan Kabupaten Musi Banyuasin meraih Predikat Terbaik I Provinsi Sumatera Selatan pada Penilaian Tahap I Perencanaan Pembangunan dan Program Unggulan Daerah dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 melalui Program Keluarga Maju (PKM).

“Atas capaian tersebut, Kabupaten Muba resmi ditetapkan sebagai wakil Provinsi Sumatera Selatan untuk mengikuti proses penilaian lanjutan Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2026 di tingkat nasional,” urainya.

Meski demikian, Bupati Toha mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak menjadi tujuan utama. “Prestasi ini patut disyukuri tapi jangan dibanggakan. Yang kita banggakan jika PKM ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Musi Banyuasin. Melalui PKM ini bertambah pelaku usaha, bertambah warga yang bekerja di perusahaan, serta bertambah anak-anak kita yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Toha.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi (Bapperida) Muba, Dr Mursalin SE MM, menjelaskan bahwa PKM dirancang sebagai instrumen pemberdayaan keluarga miskin berbasis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Sasaran program adalah masyarakat pada kategori Desil 1 hingga Desil 5, dengan bentuk bantuan meliputi bantuan usaha, pelatihan kerja berbasis sertifikasi kompetensi, hingga bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi maupun keluarga kurang mampu,” jelasnya.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui tahapan yang ketat. Data calon penerima terlebih dahulu diseleksi berdasarkan DTSEN, kemudian diinput ke dalam sistem informasi pemerintah daerah.

Selanjutnya dilakukan verifikasi dan validasi secara door to door untuk memastikan penerima benar-benar memenuhi persyaratan. Setelah bantuan disalurkan, pemerintah akan melaksanakan monitoring dan evaluasi bersama berbagai pemangku kepentingan agar pelaksanaan PKM berjalan efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.

Diketahui, pada tahun 2026, implementasi PKM dilaksanakan melalui empat perangkat daerah, yakni Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, di berbagai Desa, penerima manfaat PKM merasakan dampak langsung. Siti Aminah, warga Desa Sukarami, mengungkapkan rasa syukurnya setelah mendapatkan bantuan usaha yang kini ia manfaatkan untuk berjualan makanan.

“Alhamdulillah, dari bantuan PKM saya bisa buka usaha kecil-kecilan. Hasilnya sangat membantu ekonomi keluarga, kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati atas bantuan ini,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Santi Metri, warga Desa Karang Anyar. Bantuan PKM yang diterimanya dimanfaatkan untuk membuka usaha sembako guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sekarang saya punya usaha sendiri. Bisa bantu suami dan memenuhi kebutuhan rumah tangga,” katanya.

“Alhamdulillah tidak ada biaya pemotongan, kami menerima bantuan penuh,” tambahnya.

Senada diungkapkan, Nafsiah, warga Balai Agung, memilih mengembangkan usaha peternakan ayam dari bantuan yang diterima. Usaha tersebut menjadi penopang utama bagi kebutuhan keluarganya.
“Dengan beternak ayam, kami punya penghasilan tambahan untuk menyambung hidup,” pungkasnya.

Pos terkait