Palembang, 24 Februari 2026 – Setelah berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian, Tim Operasional (Opsnal) RANMOR Satreskrim Polrestabes Palembang menggelar acara buka bersama yang melibatkan pelaku dan penadah barang hasil curian.
Acara yang berlangsung pada hari Selasa, 24 Februari 2026, itu digelar di Rumah Makan Pagi Sore, yang terletak di depan Rumah Sakit Umum Palembang.
Kegiatan buka bersama ini menjadi sorotan publik, bukan hanya karena momentum Ramadan, tetapi juga sebagai upaya Polrestabes Palembang dalam menciptakan suasana yang lebih humanis, bahkan dalam penanganan kasus kriminal.
Tim Opsnal RANMOR yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana. S.IK didampingi Kanit Ranmor AKP Jhony Palapa. S.H, M.H, berhasil menggulung dua orang pelaku yang diketahui terlibat dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor di wilayah kota Palembang.
Proses Penangkapan dan Tindak Lanjut
Penangkapan terhadap kedua pelaku berawal dari laporan masyarakat mengenai beberapa kasus pencurian sepeda motor yang semakin marak di Palembang.
Tim Opsnal RANMOR, yang memiliki spesialisasi dalam penanganan kejahatan kendaraan bermotor, bergerak cepat untuk melacak dan mengidentifikasi para pelaku.
Hasilnya, dua orang pria berinisial A dan B berhasil diamankan beserta beberapa barang bukti berupa sepeda motor yang diduga hasil curian.
Namun, yang mengejutkan, dalam upaya penangkapan ini, polisi juga mengungkapkan bahwa salah satu pelaku, B, bekerja sama dengan seorang penadah berinisial C, yang ternyata merupakan pengusaha kendaraan bekas di kawasan Palembang.
Berdasarkan keterangan dari pelaku, sepeda motor hasil curian tersebut kemudian dijual kepada penadah dengan harga yang jauh di bawah pasaran.
Selain itu, Kanit Ranmor AKP Jhony Palapa. S.H, M.H, juga turut memberikan klarifikasi bahwa acara tersebut merupakan bentuk pendekatan humanis yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
“Buka bersama ini bukan untuk membenarkan tindakan kriminal yang telah dilakukan, tetapi sebagai bentuk pendidikan dan pembinaan moral bagi mereka yang terlibat dalam kasus kejahatan,” ujar Kanit Ranmor yang biasa di sapa si peci merah.
Jhony Palapa menambahkan, bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku dan penadah dapat merenungkan perbuatan mereka dan memperbaiki diri.
Di sisi lain, beberapa pihak merasa bahwa langkah yang diambil oleh polisi ini patut diapresiasi karena menunjukkan sisi lain dari penegakan hukum, di mana ada upaya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, termasuk pelaku kriminal, demi terciptanya pembinaan yang lebih baik.
Penutupan dan Harapan ke Depan
Setelah acara buka bersama, para pelaku dan penadah dijadwalkan untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pihak kepolisian berharap kegiatan semacam ini dapat mengurangi tingkat kejahatan di kota Palembang, serta memberikan pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran hukum dan penegakan keadilan yang humanis.
Sementara itu, polisi juga mengimbau kepada warga Palembang untuk selalu waspada terhadap tindak kejahatan dan tidak segan untuk melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan mereka.(***)



