HANOI – Pengeluaran sektor kesehatan Vietnam diproyeksikan mencapai US$34,1 miliar pada tahun 2028. Saat ini, sebagian besar peralatan medis, obat-obatan jadi, dan bahan aktif farmasi masih bergantung pada impor.
Di sisi lain, kebijakan nasional mulai mengalihkan fokus ke arah pencegahan dan skrining kesehatan. Dalam konteks inilah ajang Global Health Week Vietnam 2027 diselenggarakan, yang mempertemukan berbagai fasilitas kesehatan, pelaku bisnis, dan investor untuk mendiskusikan solusi, kemitraan, serta peluang investasi di Vietnam.
Sumber daya meningkat, kebutuhan akan inovasi pun turut tumbuh
Dalam sebuah lokakarya yang diselenggarakan oleh Institut Strategi dan Kebijakan Kesehatan (*Health Strategy and Policy Institute*) pada 24 Desember 2025, Dr. Ong The Due mengungkapkan bahwa pengeluaran sektor kesehatan Vietnam telah tumbuh dengan rata-rata sekitar 7–8% per tahun—dari US$17,4 miliar pada tahun 2019 menjadi sekitar US$27,5 miliar pada tahun 2025—dan diprediksi akan mencapai US$34,1 miliar pada tahun 2028.
Pertumbuhan ini dibarengi dengan perubahan arah dalam pelayanan kesehatan. Resolusi 72-NQ/TW dari Politbiro (September 2025) mengenai perlindungan, perawatan, dan peningkatan kesehatan masyarakat menyerukan pergeseran mendasar: dari layanan yang berpusat pada pengobatan (*treatment-centred*) menuju pencegahan proaktif serta layanan kesehatan yang berkelanjutan di sepanjang tahapan kehidupan.
Instruksi Perdana Menteri Nomor 17/CT-TTg (Mei 2026) mengimbau seluruh warga negara untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan berkala atau skrining secara gratis setidaknya satu kali dalam setahun, serta memiliki rekam medis elektronik pribadi paling lambat akhir tahun 2026.
Pendanaan telah dialokasikan: Majelis Nasional telah menyetujui kebijakan investasi untuk Program Target Nasional di bidang perawatan kesehatan, kependudukan, dan pembangunan untuk periode 2026–2035 (Resolusi 262/2025/QH15), dengan total pendanaan sebesar 88.635 miliar VND (sekitar 3,4 miliar dolar AS) untuk periode 2026–2030, di mana 47.692 miliar VND di antaranya merupakan modal investasi publik.
Kampus kedua Rumah Sakit Bach Mai (dengan kapasitas 1.000 tempat tidur) memiliki rencana pengadaan tahun 2025 yang mencakup 47 paket peralatan senilai lebih dari 338 miliar VND (sekitar 13 juta dolar AS).
Landasan profesional telah tersedia: menurut Bank Dunia, indeks cakupan layanan kesehatan esensial di Vietnam mencapai 71 dari 100 pada tahun 2023. Para dokter di Vietnam telah menguasai prosedur transplantasi multi-organ, intervensi jantung janin, dan bedah robotik, dengan jumlah transplantasi organ yang dilakukan mencapai lebih dari 1.000 kasus per tahun. Namun, di banyak fasilitas kesehatan, ketersediaan peralatan belum mengimbangi kapabilitas tenaga medis yang ada.
Kesenjangan ini terlihat jelas di pasar peralatan medis: menurut U.S. International Trade Administration (ITA), yang mengutip prakiraan dari BMI, pasar perangkat medis Vietnam diperkirakan akan tumbuh dari 1,9 miliar dolar AS pada tahun 2024 menjadi 2,8 miliar dolar AS pada tahun 2029, sementara sekitar 90% peralatan masih bergantung pada impor.
Oleh karena itu, proses pengadaan harus dibarengi dengan transfer teknis, penyediaan bahan habis pakai, integrasi data, pemeliharaan, serta dukungan pasca-serah terima. Sektor farmasi menghadapi tantangan serupa: Vietnam mengimpor sekitar 60% obat jadi dan 90% bahan aktif farmasi (API).
Sementara itu, Strategi Nasional untuk Pengembangan Industri Farmasi (Keputusan Perdana Menteri No. 1165/QD-TTg) menargetkan agar obat-obatan produksi dalam negeri dapat memenuhi sekitar 80% permintaan dan mencakup 70% nilai pasar pada tahun 2030, dengan 20% permintaan bahan baku dipenuhi dari sumber domestik. Hal ini menuntut adanya teknologi manufaktur, pengendalian mutu, serta perjanjian alih teknologi dengan pembagian tanggung jawab yang jelas.
Modal internasional telah masuk ke sektor ini: Buku Tahunan Statistik 2024 mencatat 159 proyek investasi asing langsung (FDI) yang sah di bidang kesehatan dan bantuan sosial, dengan modal terdaftar mencapai hampir US$1,77 miliar.
Pada tahun 2023, Thomson Medical Group merampungkan akuisisi perusahaan pemilik Rumah Sakit FV dengan pembayaran awal sebesar US$352,8 juta. Pada saat yang sama, Raffles Medical Group menandatangani perjanjian bersyarat untuk mengakuisisi saham pengendali sekaligus berpartisipasi dalam pengelolaan American International Hospital di Kota Ho Chi Minh. Selain itu, AstraZeneca telah berkomitmen untuk menanamkan investasi sebesar US$360 juta di Vietnam hingga tahun 2030.
Mulai dari kebutuhan rumah sakit hingga pilihan teknologi
Meningkatnya permintaan, perluasan arus modal, dan dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan membuka peluang di Vietnam bagi penyedia teknologi, infrastruktur, dan solusi global; tantangan selanjutnya adalah memilih solusi yang tepat serta menerapkannya. Global Health Week Vietnam 2027 akan diselenggarakan pada tanggal 5 hingga 7 April 2027 di Vietnam Exposition Center (VEC), Hanoi. Acara ini merupakan hasil kerja sama antara VEC dan dmg events, serta mencakup tiga pameran dan konferensi khusus yang berlangsung secara bersamaan: Global Health Week Vietnam 2027 (sistem kesehatan dan penyediaan layanan kesehatan), Laboratory & Diagnostics Vietnam 2027 (laboratorium dan diagnostik), serta BioPharma Vietnam 2027 (farmasi dan bioteknologi).
Acara ini menargetkan sekitar 30.000 pengunjung dari lebih dari 120 negara, termasuk para pemimpin di sektor kesehatan, klinisi, administrator, dan pengambil keputusan—dengan 3.000 di antaranya merupakan delegasi konferensi. Selain itu, acara ini akan menghadirkan lebih dari 500 peserta pameran, lebih dari 10 paviliun negara, serta lebih dari 300 pembicara dari dalam dan luar negeri.
Global Health Week Vietnam 2027 menyajikan berbagai solusi di bidang infrastruktur rumah sakit, operasional, kesehatan digital, kecerdasan buatan (AI), perawatan preventif, dan kesehatan populasi. Acara ini juga mencakup forum tingkat tinggi, Global Health Week Vietnam Forum, yang membahas kebijakan dan investasi kesehatan, serta Innovation Theatre yang menampilkan berbagai teknologi terkini.
Laboratory & Diagnostics Vietnam 2027 menjawab kebutuhan untuk memperkuat kapasitas pengujian seiring dengan meluasnya kegiatan skrining. Bagian Diagnostics Innovation Zone dalam pameran ini akan mencakup topik diagnostik molekuler, teknologi *point-of-care* (pengujian di lokasi perawatan), dan sistem laboratorium berbasis AI. Sementara itu, BioPharma Vietnam 2027 berfokus pada teknologi manufaktur, standar kualitas, dan transfer teknologi, dengan sesi *Partnership & Investment Meetings* yang mempertemukan para produsen, investor, dan mitra teknologi.
Sebuah kebutuhan mungkin muncul di sisi tempat tidur pasien, sementara solusinya bisa saja berada di belahan dunia lain yang jauh dari Vietnam. Dengan permintaan yang tumbuh pesat, ketersediaan modal, serta peran yang semakin nyata dalam rantai pasok layanan kesehatan di Asia, Vietnam kini menjadi pasar yang mulai dilirik oleh para pemasok internasional. Global Health Week Vietnam 2027 menghadirkan lebih banyak pertemuan tatap muka untuk menjembatani jarak tersebut: mendekatkan teknologi ke rumah sakit dan pasien di Vietnam, serta—dari Vietnam—turut membentuk masa depan layanan kesehatan di Asia.



