JOMBANG — Di bawah terik matahari yang menyinari hamparan ladang tembakau di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, suasana terasa berbeda, Minggu (25/10/2026). Alih-alih hanya berdiri dan berbicara, Serda Chandra Dwi P. justru turun langsung di antara barisan tanaman, ikut membantu para petani di ladang. Ia tidak segan memegang cangkul, membersihkan lahan, dan berbaur layaknya salah satu warga.
Bagi Bapak Suyatno (54), petani tembakau yang mengelola lahan di lokasi tersebut, kehadiran Serda Chandra adalah sesuatu yang sangat berarti. Selama ini, mengurus tanaman tembakau adalah pekerjaan yang menuntut tenaga ekstra. Saat ada yang datang bukan hanya sekadar menanyakan kabar, tetapi ikut terlibat langsung, beban yang dirasakan seakan berkurang.
“Kami sudah biasa bekerja sendiri di ladang. Panas, lelah, dan kadang ada kendala yang kami rasakan sendiri. Ketika Bapak Serda Chandra datang, tidak hanya bertanya soal tanaman, tapi langsung ikut membantu, hati kami terasa hangat. Rasanya ada yang peduli pada apa yang kami kerjakan setiap hari,” ungkap Bapak Suyatno tulus.
Ia menambahkan, dalam percakapan ringan di sela-sela istirahat, Serda Chandra mendengarkan keluh kesah mereka mulai dari harga pupuk, cuaca yang tidak menentu, hingga harapan agar hasil panen tembakau tahun ini memuaskan. Tidak ada kesan jarak antara pembicara dan pendengar semua berjalan akrab dan saling memahami.
“Beliau mendengarkan dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar mendengar lalu pergi. Itu yang membuat kami merasa dihargai. Semangat yang beliau berikan membuat kami semakin yakin bahwa kami tidak sendirian dalam mengurus ladang ini,” tambahnya.
Bapak Suyatno berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga. Bagi warga Desa Klitih, ladang tembakau adalah sumber penghidupan, dan dukungan moril serta perhatian yang diberikan TNI menjadi penyemangat yang luar biasa berharga bagi mereka.
“Kami tidak meminta banyak. Cukup dengan hadir dan mendengarkan seperti ini, semangat kami bertambah berkali-kali lipat. Semoga TMMD ke-130 tidak hanya meninggalkan bangunan yang baik, tetapi juga persahabatan yang abadi antara kami warga dan Bapak-bapak TNI,” ujarnya.
Bagi para petani di Desa Klitih hari ini, ada satu hal yang mereka yakini: ketika TNI dan rakyat saling memahami dan berdiri berdampingan, ladang akan tumbuh lebih subur dan kehidupan akan terasa lebih ringan. (*)



