Hadiri Rakor Evaluasi Madrasah Sumsel, Dirjen Pendis Dorong Aksi Nyata Ekoteologi dan Anti Perundungan

Palembang – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Suyitno, mendorong civitas akademika madrasah se-Sumatera Selatan untuk mewujudkan aksi nyata kepedulian lingkungan (ekoteologi) dan gerakan pencegahan perundungan (anti-bullying) di lingkungan satuan pendidikan.

Arahan tegas tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Program Pendidikan Madrasah Tahun 2026 se-Sumsel yang digelar secara hybrid di Aula MAN 3 Palembang, Sabtu (17/10/2026).

Rakor evaluasi ini diselenggarakan sebagai langkah krusial Kanwil Kemenag Sumsel untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas tata kelola instansi, serta mengoptimalkan mutu layanan pendidikan madrasah secara berkelanjutan di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, Dirjen Pendis Suyitno menegaskan bahwa seluruh hasil evaluasi program tahun 2026 harus menjadi bahan mitigasi agar kelemahan yang sama tidak terulang pada tahun 2027. Ia mengingatkan para pengelola madrasah agar tidak “terperosok di lubang yang sama” dalam tata kelola program dan anggaran.

Lebih lanjut, Dirjen Pendis memaparkan arah kebijakan strategis pemerintah untuk tahun 2027 terkait penataan bantuan operasional dan skenario perhitungan kebutuhan anggaran (mulai dari kebutuhan esensial/minimal, moderat, hingga maksimal) berbasis desil tingkat pendapatan masyarakat agar bantuan biaya pendidikan tepat sasaran.

“Evaluasi yang sudah kita bagikan ini supaya di tahun 2027 nanti apa yang menjadi kelemahan di tahun 2026 bisa dimitigasi. Jangan pernah kita berada di lubang yang sama,” jelas Suyitno.

Selain aspek anggaran, Dirjen Pendis memberikan penekanan khusus terkait dua gerakan aksi nyata (konkrit) di lingkungan pendidikan madrasah dan pesantren, yaitu gerakan ekoteologi dan gerakan anti-perundungan. Ia mendorong agar pencegahan perundungan dan kepedulian lingkungan diwujudkan dalam langkah nyata, serta melibatkan peran aktif para guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai tumpuan dan solusi bagi permasalahan peserta didik.

“Selama ini isu ekoteologi dan anti-bullying sering kali ramai dibicarakan. Yang terpenting hari ini adalah bagaimana kita mewujudkannya dalam aksi nyata di lapangan. Buat gerakan konkret melintas ruang di madrasah dan asrama. Optimalkan peran guru BK untuk mengedukasi dan mencegah kasus perundungan sejak dini,” tegas Suyitno.

Tidak hanya itu, Dirjen Pendis meminta agar seluruh program inovatif, aksi ekoteologi, gerakan anti-perundungan, dan capaian madrasah tidak hanya dipublikasikan di media sosial internal atau akun pribadi.

Ia menginstruksikan Humas dan para pengelola madrasah untuk menggandeng media mainstream bertrafik tinggi agar gaung dan jangkauan informasi publik mengenai kemajuan pendidikan madrasah dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Tolong hasil-hasil evaluasi, aksi ekoteologi, dan gerakan anti-bullying ini dimediakan. Jangan hanya di media pribadi yang pengikutnya kita-kita sendiri. Manfaatkan media mainstream yang memiliki pembaca dan jangkauan luas agar dampak positif keberhasilan madrasah benar-benar tersampaikan ke publik,” pesan Suyitno.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menyampaikan apresiasi atas arahan dan sinergi Dirjen Pendis. Kakanwil menegaskan komitmen Kanwil Kemenag Sumsel untuk mengawal seluruh kebijakan pusat, memperkuat tata kelola program, menggerakkan kepedulian lingkungan dan anti-perundungan, serta memperluas jangkauan publikasi kehumasan di Sumatera Selatan.

“Evaluasi dan pembinaan ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk mengukur capaian program kerja sekaligus memetakan langkah-langkah perbaikan. Kita ingin memastikan bahwa seluruh madrasah di Sumatera Selatan menghadirkan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta berfokus pada peningkatan mutu peserta didik, kesadaran lingkungan, dan perlindungan dari perundungan,” tegas Syafitri Irwan.

Rakor evaluasi ini diikuti secara antusias oleh ratusan jajaran pengelola madrasah dari kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Hadir langsung di Aula MAN 3 Palembang, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Kakanwil Kemenag Bengkulu Saefudin, Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang Syahril Jamil, Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang Mukmin, Kepala Bagian Tata Usaha Taufiq, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah A. Elhiqny, Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang Muflikhul Hasan, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan beserta pengurus, Kepala Madrasah Negeri se-Kota Palembang, perwakilan Wakil Kepala, Guru, dan Tenaga Kependidikan Madrasah Negeri se-Kota Palembang, serta jajaran pengurus Pokjawas Madrasah, PW IGRA, PGMNI, dan KKRA Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara itu, jajaran peserta yang mengikuti kegiatan secara daring melalui saluran Zoom Meeting terdiri dari para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala MAN, MTsN, dan MIN, serta seluruh Wakil Kepala, Guru, dan Tenaga Kependidikan pada Madrasah Negeri di kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Pos terkait