Alibaba Cloud Memperluas Infrastruktur Global dan Portofolio AI untuk Mempercepat Adopsi AI di Kalangan Perusahaan

HANGZHOU, TIONGKOK – Alibaba Cloud, penyedia infrastruktur AI global terkemuka sekaligus tulang punggung kecerdasan (intelligence backbone) Alibaba Group, hari ini mengumumkan rencana perluasan infrastruktur global terbarunya pada ajang Apsara Conference 2026.

Bersamaan dengan itu, perusahaan juga memperkenalkan serangkaian kapabilitas AI baru yang dirancang untuk membantu perusahaan membangun, menerapkan, dan mengembangkan skala aplikasi AI secara lebih efisien.

Perusahaan teknologi ini juga mengumumkan kerja sama komprehensif dengan berbagai perusahaan global—termasuk Panasonic Digital, Unity China, Lion Parcel, Loomi Entertainment Group, dan SHAKE—guna mempercepat inovasi perusahaan melalui teknologi AI dan cloud-nya yang canggih.

Dalam 12 bulan ke depan, Alibaba Cloud akan mendirikan wilayah cloud (cloud regions) pertamanya di Turki, Finlandia, dan Belanda, sembari memperluas jangkauan pusat datanya di Malaysia, Jerman, Uni Emirat Arab, Prancis, dan Hong Kong.

Perluasan ini akan semakin meningkatkan kapasitas komputasi global Alibaba Cloud serta memperkuat kemampuannya dalam menyediakan layanan cloud dan AI yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal bagi pelanggan di berbagai pasar utama. Saat ini, pemimpin layanan cloud tersebut mengoperasikan 107 zona ketersediaan (availability zones) di 31 wilayah di seluruh dunia.

“Seiring dengan transformasi Alibaba Cloud dari infrastruktur berbasis AI (AI-native) menuju arsitektur Cloud berbasis Agen (Agent-Native Cloud), teknologi AI pun bergerak cepat dari tahap eksperimen menuju penerapan nyata. Hal ini menciptakan permintaan akan infrastruktur yang dapat dikembangkan skalanya serta kapabilitas AI yang lebih mudah diakses,” ujar Dr Feifei Li, Chief Technology Officer dan President of International Business Alibaba Cloud Intelligence.

“Kami memperluas jangkauan cloud global kami untuk menghadirkan sumber daya komputasi yang lebih dekat dengan pelanggan dan mitra, sekaligus terus mengembangkan teknologi AI kami guna membantu perusahaan menerapkan model, mengoptimalkan beban kerja multi-model, dan menciptakan aplikasi baru berbasis AI. Di saat yang sama, ekosistem pelanggan dan mitra kami yang terus berkembang menunjukkan bagaimana kapabilitas ini dapat menghasilkan nilai bisnis nyata di berbagai industri dan pasar. Kami berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan ekosistem global kami guna menjadikan AI lebih mudah dikembangkan skalanya, praktis, dan dapat diakses oleh dunia bisnis,” imbuh dia.

Dalam konferensi tersebut, Alibaba Cloud meluncurkan tiga solusi AI baru untuk membantu bisnis internasional membangun dan mengembangkan aplikasi berskala produksi. Salah satunya adalah Smart Studio, sebuah produk siap pakai (out-of-the-box) yang dirancang untuk membantu bisnis membangun platform Model-as-a-Service (MaaS) khusus dalam hitungan menit.

Solusi ini menyediakan segala hal yang diperlukan untuk mengemas, menetapkan harga, mengukur penggunaan, dan menagih biaya API model di bawah merek perusahaan itu sendiri. Arsitektur inferensi canggihnya menghasilkan hroughput hingga 505% lebih tinggi dibandingkan framework sumber terbuka (open-source) standar pada perangkat keras yang sama.

Smart Fusion berfungsi sebagai mesin cerdas yang membantu pengguna dan pelaku bisnis mencapai performa model mutakhir dengan biaya rendah melalui API model standar yang terpadu. Mesin ini mendukung kolaborasi berbagai model dalam satu tugas, dengan memilih model-model terbaik yang tersedia untuk bekerja sama melalui analisis parameter secara real-time.

Dengan mengabstraksikan penerapan (deployment) berbagai model menjadi satu titik akhir (endpoint) tunggal, sistem ini dapat membantu mengurangi penggunaan token hingga sekitar 50%.

Smart Video adalah agen video berbasis AI yang dirancang bagi studio drama pendek dan pengiklan untuk membuat video berdurasi hingga satu jam secara otomatis. Hanya dengan satu prompt, kreator dapat mengubah ide menjadi video yang sudah jadi, sembari terus menyempurnakannya menggunakan bahasa alami. Platform ini mendukung berbagai model video, termasuk Wan, serta menawarkan dukungan yang mulus untuk lebih dari 20 bahasa.

Mengubah Inovasi AI Menjadi Dampak Nyata

Teknologi cloud dan AI Alibaba membantu pelanggan serta mitra di berbagai industri dalam memenuhi beragam kebutuhan bisnis, mulai dari transformasi digital dan aplikasi perusahaan hingga logistik, gim, dan pembuatan konten berbasis AI.

Melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan—termasuk Panasonic Digital, Unity China, Lion Parcel, Loomi Entertainment Group, dan SHAKE—Alibaba Cloud memampukan bisnis untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat inovasi, dan menjajaki peluang baru dengan memanfaatkan teknologi cloud dan AI.

Panasonic Digital (Shanghai) telah bermitra dengan Alibaba Cloud untuk mempercepat transformasi digital dan AI yang menyeluruh. Dengan memanfaatkan Bailian (Model Studio) dari Alibaba Cloud untuk mengakses model Qwen secara aman, serta menggunakan alat manajemen data canggih seperti DataWorks, MaxCompute, dan Hologres, Panasonic telah membangun pusat kapabilitas khusus yang mendukung agen AI untuk berbagai fungsi manufaktur, rantai pasok, dan operasional perusahaan.

Kolaborasi ini telah memberikan manfaat operasional yang signifikan. Perusahaan berhasil memangkas waktu pembuatan dokumentasi hingga 80% melalui otomatisasi notulensi rapat, meningkatkan efisiensi peninjauan kontrak hingga 10 kali lipat menggunakan agen “Smart Compare”, serta memperbaiki pengambilan keputusan berbasis data dengan memberdayakan staf non-teknis untuk melakukan analisis inventaris yang kompleks menggunakan bahasa alami—semuanya dilakukan dengan tetap menjamin keamanan data dan kepatuhan yang ketat melalui fitur tata kelola Alibaba Cloud yang tangguh.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi strategis dengan Alibaba Cloud yang berperan penting dalam mempercepat transformasi AI di seluruh lini perusahaan Panasonic Digital. Dengan mengintegrasikan model AI kelas dunia dan infrastruktur data yang tangguh ke dalam operasional kami secara mulus, kami berhasil melampaui sekadar optimalisasi TI yang terisolasi dan beralih membangun platform kecerdasan terpadu yang aman serta sangat skalabel,” ujar Yueming Li, Head of GenAI Innovation & Workforce, Panasonic Digital (Shanghai).

Unity China, platform pengembangan 3D real-time dan mesin gim terkemuka yang mengoperasikan Tuanjie Engine, telah memanfaatkan Model Studio Alibaba Cloud untuk menerapkan model Qwen serta model dasar (foundation models) pihak ketiga bagi Tuanjie AI-Codely, platform rekayasa berbasis AI (AI-native) miliknya. Unity merupakan platform pengembangan 3D real-time dan mesin gim terkemuka.

Platform ini menyederhanakan proses pengembangan gim berskala produksi dengan mengotomatiskan alur kerja yang krusial—termasuk pemahaman kode, penyuntingan real-time, dan *debugging*—sekaligus mendukung kolaborasi antar-tim.

“Pengembangan gim kini semakin kompleks, dan tujuan kami melalui Tuanjie AI adalah menghilangkan hambatan teknis agar para kreator dapat berfokus pada inovasi dan aspek permainan (gameplay),” ujar Junbo Zhang, CEO Unity China.

“Model Studio dan rangkaian model Qwen dari Alibaba Cloud menghadirkan performa, fleksibilitas, dan latensi rendah yang dibutuhkan oleh para pengembang kami. Dengan mengintegrasikan kapabilitas AI canggih ini secara langsung ke dalam alur kerja pengembangan, kami memampukan berbagai studio untuk melakukan debugging, iterasi, dan mewujudkan proyek gim yang ambisius dengan jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.”

Lion Parcel, penyedia layanan logistik dan pengiriman terkemuka di Indonesia, telah memanfaatkan model Qwen dari Alibaba untuk meningkatkan alur kerja pemrosesan dokumen dan keuangan.

Guna meniadakan proses transkripsi data manual yang memakan waktu dan rentan kesalahan, Lion Parcel menerapkan model Qwen-VL-Plus melalui platform Model Studio Alibaba untuk mengotomatisasi alur kerja rutin.

Berkat dukungan platform yang dikelola sepenuhnya (fully managed) serta skema harga pay-per-token yang dapat diprediksi dari Alibaba Cloud, Lion Parcel berhasil meningkatkan efisiensi pemrosesan secara signifikan, memaksimalkan akurasi data, dan membangun repositori digital terpusat yang mendorong skalabilitas bisnis secara keseluruhan.

“Solusi OCR Alibaba Cloud yang didukung oleh Qwen membantu kami mempercepat pemrosesan dokumen pesanan di bagian keuangan. Solusi ini meningkatkan akurasi sekaligus menghemat waktu dan biaya operasional,” kata Probosetyo Krishna, Head of IT Lion Parcel.

 

Loomi Entertainment Group (LEG), perusahaan hiburan yang berbasis di Malaysia, telah menjalin kemitraan dengan Alibaba Cloud untuk mempercepat adopsi konten yang dihasilkan AI (AIGC) di kalangan kreator dan pelaku bisnis di Malaysia serta kawasan sekitarnya. LEG telah mengintegrasikan model pembuatan visual Alibaba—termasuk Wan dan HappyHorse melalui Model Studio—ke dalam Imaginary, mesin AI sinematik milik mereka sendiri.

Integrasi ini memungkinkan pembuatan video dan visual berkualitas tinggi, mengefisienkan alur kerja produksi konten, dan membantu menekan biaya produksi. Selain itu, kedua perusahaan telah menyelenggarakan dua ajang hackathon AIGC dan melatih lebih dari 100 kreator konten lokal melalui lokakarya daring maupun luring, yang memberikan pengalaman praktis bagi para kreator dalam menggunakan alat dan aplikasi AI generatif terkini.

Alibaba Cloud dan LEG juga sedang menjajaki penggunaan Wan dalam alur kerja produksi drama pendek (micro-drama) Loomi, serta inisiatif pemasaran bersama dan program pengembangan talenta.

“Model AI canggih dari Alibaba Cloud memberikan cara baru bagi kreator untuk mengubah ide menjadi konten yang menarik secara lebih efisien. Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat menghadirkan kemampuan AIGC bagi lebih banyak kreator di Malaysia dan kawasan sekitarnya, sembari mengeksplorasi berbagai kemungkinan baru untuk produksi konten berbasis AI,” ujar Ivan Tan, CTO Loomi Entertainment Group.

SHAKE, pelopor dalam bidang Agentic Resource Planning (ARP) untuk usaha kecil dan menengah (UKM), memanfaatkan sumber daya komputasi yang tangguh serta model Qwen dari Alibaba Cloud untuk memperluas layanannya di pasar Asia-Pasifik (APAC).

Melalui kemitraan ini, SHAKE sedang mengembangkan model AI khusus berbasis Qwen untuk menghadirkan solusi ARP yang sangat optimal. Selain itu, layanan ARP SHAKE akan tersedia di Alibaba Cloud Marketplace, yang membantu UKM dari berbagai industri untuk beralih secara mulus dan berkembang pesat di era agentic (era sistem AI otonom).

“Dengan memadukan keahlian SHAKE sebagai pelopor *Agentic Resource Planning* dan infrastruktur komputasi kelas dunia serta model Qwen mutakhir dari Alibaba Cloud, kami menghadirkan nilai tambah yang luar biasa bagi pelanggan. Kolaborasi ini menjadi katalisator kuat bagi pertumbuhan regional kami di APAC dan menandai tonggak sejarah penting dalam perjalanan kami. Bersama-sama, kami mempercepat perwujudan visi kami untuk memberdayakan UKM dengan perangkat cerdas yang mereka butuhkan agar dapat berkembang dan meningkatkan skala bisnis di era agentic,” kata Sean Hinton, CEO SHAKE.

AnyMind Group, perusahaan BPaaS yang bergerak di bidang pemasaran, e-commerce, dan transformasi digital, hari ini mengumumkan kesepakatan strategis dengan Alibaba Cloud untuk mengintegrasikan Qwen—serangkaian model AI multimodal dan large language model (LLM) yang dikembangkan oleh Alibaba—ke dalam AnyLive, platform live commerce berbasis AI milik AnyMind Group.

Integrasi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan AnyLive dalam memahami pertanyaan pelanggan serta memberikan respons yang akurat dan relevan secara kontekstual dalam waktu nyata (real-time).

Qwen akan ditambahkan sebagai salah satu model dalam arsitektur AI multi-model AnyLive, yang dimanfaatkan dan disajikan melalui avatar AI yang tampak hidup.

Kemampuan pemahaman bahasanya akan membantu AnyLive menafsirkan maksud pelanggan dengan lebih baik—termasuk untuk pertanyaan yang bersifat percakapan atau ambigu—serta menghasilkan respons yang lebih alami dan relevan dalam berbagai bahasa di Asia.

Akinori Kubo, Managing Director, Global E-Commerce, AnyMind Group, mengatakan bahwa kualitas pengalaman live commerce bergantung pada seberapa baik merek memahami pelanggan dan merespons kebutuhan mereka secara langsung pada saat itu juga.

Penambahan Qwen ke dalam sistem multi-model AnyLive akan memperkuat analisis maksud (intent analysis) dan akurasi respons dalam berbagai bahasa Asia, sehingga membantu merek menciptakan sesi siaran langsung di mana pelanggan merasa dipahami dan dapat mengambil keputusan pembelian dengan informasi yang lebih memadai.”

Pos terkait