Buka Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, Ketua DPRD Prabumulih Deni Berharap jadi Momen Pengingat bagi Seluruh Elemen

Ketua DPRD kota Prabumulih, H Deni Victoria SH M.Si, membuka dan memimpin Rapat Paripurna ke XXVII Masa Persidangan ke III DPRD kota Prabumulih dalam acara mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Peringatan HUT RI ke 81 Tahun 2026, Jumat (14/8).

PRABUMULIH – DPRD kota Prabumulih, Jumat pagi (14/8), menggelar Rapat Paripurna ke XXVII Masa Persidangan ke III DPRD kota Prabumulih dalam acara mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Peringatan HUT RI ke 81 Tahun 2026. Agenda tahunan ini langsung dibuka dan dipimpin oleh Ketua DPRD kota Prabumulih, H Deni Victoria SH M.Si.

Politisi Demokrat yang akrab disapa Deni ini menyampaikan, bahwa pelaksanaan Sidang Paripurna Istimewa ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan untuk bersama-sama menyimak arah dan pandangan kenegaraan dari Pimpinan Tertinggi Negara.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah agenda tahunan kita, yaitu mendengarkan Pidato Kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” tegas Ketua DPRD Prabumulih, Deni, dalam sambutannya.

Ia berharap momen kemerdekaan ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, serta terus berbenah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Semoga pidato yang disampaikan Bapak Presiden dapat membawa manfaat dan menjadi panduan bagi kita semua dalam melangkah ke depan,” ucap Deni.

Sementara, isi dari Pidato Presiden RI fokus terhadap Kemandirian Pangan, Energi, dan Semangat Kerja Tanpa Henti, Dalam Pidato Kenegaraannya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memaparkan berbagai pencapaian serta arah kebijakan pemerintah selama 21 bulan atau 663 hari menjalankan amanah rakyat.

Seluruh langkah kebijakan ini, ditegaskannya, senantiasa berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945, untuk menjaga kekayaan alam dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Presiden menekankan pentingnya keberanian mengambil keputusan serta semangat kerja keras dalam menyelesaikan tantangan bangsa, dan menegaskan tidak ada batasan waktu dalam mengabdi pada kepentingan rakyat.

“Tidak ada istilah kalender merah, kami akan bekerja sekeras-kerasnya untuk rakyat dan negara ini,” tandas Presiden Prabowo.

Salah satu pencapaian utama yang disampaikannya, adalah keberhasilan mencapai kemandirian pangan dalam waktu yang relatif singkat. Di tengah tantangan iklim seperti fenomena El Nino, pemerintah menurunkan harga serta mempermudah akses pupuk bagi petani guna meningkatkan produktivitas. Hingga saat ini, Indonesia telah mencapai kemandirian pada berbagai strategi komoditas, antara lain beras dan jagung.

Selain itu, Presiden juga menyoroti keberhasilan pengembangan bahan bakar nabati B50 yang mulai diberlakukan secara luas sejak 1 Juli 2026. Langkah ini menjadi upaya nyata mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Presiden pun mengingatkan agar bangsa tidak cepat berpuas diri, melainkan terus berupaya meningkatkan kinerja dan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan bangsa, katanya, tidak dapat dilakukan sendirian, melainkan memerlukan kerja sama dan semangat gotong royong seluruh elemen bangsa. (Top/Adv)

Editor: Donni

Pos terkait