JEJAK PENGABDIAN DI TANAH PAPUA: PERJALANAN TMMD KE-129 KODIM 1707/MERAUKE DI KAMPUNG WANAM

Sumateranews.co.id – Di ujung timur Indonesia, di tengah hamparan alam yang masih asri namun terjal, terbentang sebuah kisah kebersamaan yang hangat dan menyentuh hati. Kampung Wanam, yang terletak di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, kini menyimpan kenangan manis sekaligus harapan baru yang tumbuh dari kehadiran putra-putra terbaik bangsa  para prajurit TNI yang datang membawa niat tulus membangun dan melayani.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Kodim 1707/Merauke telah resmi menutup rangkaian kegiatannya hari ini. Namun, jejak yang ditinggalkannya jauh lebih panjang dan bermakna dibanding sekadar waktu pelaksanaannya. Inilah kisah perjalanan penuh pengabdian, dari langkah pertama yang tertapak di tanah Wanam hingga penutupan yang penuh haru dan syukur.

KETIKA KAKI PERTAMA MENGINJAK TANAH WANAM

Perjalanan menuju Kampung Wanam bukanlah hal yang mudah. Medan yang sulit, akses yang terbatas, dan jarak yang jauh menjadi tantangan pertama yang harus dihadapi. Namun niat tulus melayani mengalahkan segala rintangan. Pada pertengahan Juli 2026, setelah menempuh perjalanan panjang yang penuh perjuangan, para personel Satgas akhirnya tiba di wilayah sasaran.

Kedatangan mereka tidak disambut dengan rasa asing atau curiga, melainkan dengan senyum hangat dan tangan terbuka dari seluruh warga kampung. Langkah pertama yang dilakukan para prajurit adalah mendatangi kediaman Bapak Marianus, Kepala Kampung Wanam, bukan untuk memerintah, melainkan untuk bersilaturahmi, menyapa, dan mendengarkan. Mendengar langsung apa yang menjadi harapan, kesulitan, dan keinginan warga setempat.

“Kami sangat senang dan bersyukur karena kampung kami mendapat perhatian seperti ini,” ujar Ibu Patrisia, salah satu warga yang tak menyembunyikan rasa bahagianya melihat kedatangan Satgas. “Semoga bapak-bapak TNI senantiasa sehat dan aman di sini.”

Kehadiran TNI di Kampung Wanam bukan sekadar membangun bangunan, melainkan membangun jembatan hati. Sejak hari pertama, terlihat jelas bahwa TMMD ini bukan program TNI semata, melainkan milik bersama  milik TNI dan rakyat yang bersatu dalam semangat saling membantu.

BAHU-MEMBAHU: SETIAP BATU DAN PASIR DIPINDAH BERSAMA-SAMA

Pekerjaan pun dimulai. Di bawah terik matahari dan di tengah medan yang tidak bersahabat, terlihat pemandangan yang mengharukan: prajurit TNI bersimbah peluh bekerja berdampingan dengan bapak-bapak, pemuda, bahkan ibu-ibu Kampung Wanam. Tidak ada sekat, tidak ada beda seragam dan pakaian warga. Semua bekerja sama, mengangkat batu, mengangkut pasir, menggali tanah, memadatkan tiang bahu-membahu dengan satu tujuan: membangun kampung mereka menjadi lebih baik.

Program TMMD Ke-129 hadir membawa rencana pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan hidup warga. Berikut adalah seluruh sasaran yang direncanakan dan dikerjakan

Setiap unit sumur yang digali, setiap dinding MCK yang diplester, setiap atap yang dipasang  dikerjakan dengan ketelitian dan kesungguhan hati. Memasuki hari ke-13, progres pembangunan MCK baru mencapai 11 persen. Namun angka itu tidak menyurutkan semangat. Personel terus bekerja tanpa kenal lelah, memastikan setiap bangunan kokoh, aman, dan tahan lama agar bermanfaat hingga bertahun-tahun ke depan.

Tim kesehatan pun berkeliling dari rumah ke rumah  secara door to door  memeriksa kesehatan warga, memberikan obat, dan menyampaikan pesan-pesan kesehatan. Bapak Soter Bala Gesi, salah satu warga yang menerima pelayanan, mengucapkan terharu: “Terima kasih Bapak TNI, datang sendiri ke rumah kami merawat kami.”

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis pun dilaksanakan di SD YPPK St. Pontianus Ngond We, di mana mata anak-anak bersinar cerah mendengar penjelasan dari para prajurit. Ibu Faustina Persia Tiwa, guru di sekolah itu, menyampaikan harunya: “Anak-anak sangat senang. Terima kasih Bapak TNI, semoga ilmu ini bermanfaat bagi mereka.”

KETIKA MERAH PUTIH MULAI BERKIBAR DI KAMPUNG WANAM

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, suasana di Kampung Wanam berubah menjadi lebih meriah dan penuh haru. Warga bersama Satgas pergi ke hutan mencari kayu untuk dijadikan tiang bendera, lalu bergotong royong memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul di sepanjang jalan kampung.

Bagi warga Kampung Wanam, ini adalah momen yang tak terlupakan. Kepala Kampung Marianus menyampaikan dengan mata berkaca-kaca: “Selama ini kampung kami belum pernah mendapat perhatian seperti ini. Pemasangan bendera Merah Putih untuk menyambut Hari Kemerdekaan seperti ini adalah yang pertama kali di kampung kami.”

Di bawah naungan bendera Merah Putih yang baru berkibar, terlihat jelas bahwa TMMD ini bukan sekadar membangun tembok dan atap. Ia membangun persaudaraan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan menyadarkan warga bahwa mereka tidak sendirian negara hadir di tengah-tengah mereka.

SAAT SUMUR MENGALIRKAN AIR BERSIH, HAPISLAH KESULITAN YANG SELAMA INI DIRASA

Pada pertengahan Agustus, kabar gembira pun datang. Pembangunan sumur galian dan fasilitas MCK telah rampung dan siap digunakan. Air bersih yang selama ini susah didapat, kini mengalir dekat di rumah warga.

Mama Benedicta Kaise, warga yang rumahnya kini memiliki fasilitas baru, tak kuasa menahan rasa syukurnya. Dengan suara lembut namun penuh makna, ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas kemudahan yang kini dirasakan:

“Selamat siang semuanya. Kami dari Kampung Wanam mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak-bapak TNI yang datang membantu kami membangun kampung, membuat MCK sama sumur air bersih. Tadinya kami angkat air itu terlalu jauh, jadi kami susah sekali angkat air. Sekarang sudah tidak susah lagi, kami bisa mengambil air di dekat rumah, di belakang rumah, ada yang di samping rumah. Kami terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan anak-anak yang datang membangun kampung kami.”

Ucapan sederhana dari lubuk hati warga itu menjadi balasan terindah bagi keringat dan lelah yang telah diteteskan para prajurit di tanah Wanam.

PENUTUPAN: BUKAN PERPISAHAN, MELAINKAN AWAL TANGGUNG JAWAB BERSAMA

Pada Kamis, 13 Agustus 2026, upacara penutupan TMMD Ke-129 Tahun 2026 resmi digelar di Lapangan Sepak Bola Kodim 1707/Merauke, dipimpin langsung oleh Danrem 174/ATW Brigjen TNI Mustakim, S.I.P., M.Si. Hadir pula Kapolres Merauke, unsur Pemerintah Daerah, serta ratusan peserta yang turut merayakan keberhasilan program ini.

Dalam amanat yang dibacakan, disampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak  TNI, Pemerintah Daerah, dan terutama masyarakat Kampung Wanam yang telah bergotong royong menyukseskan setiap tahapan kegiatan.

Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Prabowo, S.I.P., melaporkan bahwa seluruh sasaran kegiatan nonfisik telah terlaksana 100 persen, sementara sasaran fisik sebagian telah rampung dan sebagian lainnya masih dalam tahap penyelesaian yang terus dikebut hingga tuntas sepenuhnya. Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Merauke, yang disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Yanoarius Katmok, S.T., M.T., memastikan seluruh pekerjaan akan terselesaikan dengan baik dan berkualitas.

Danrem pun menegaskan: penutupan TMMD bukan berarti berakhirnya kepedulian. Pembangunan di Kampung Wanam akan terus berjalan. Fasilitas yang telah berdiri harus dijaga bersama, karena hasil pembangunan ini adalah milik rakyat, untuk kesejahteraan rakyat.

WARISAN YANG TAK AKAN PUDAR

Kini, bendera penutupan telah dikibarkan. Para prajurit pun perlahan akan berpamitan kembali ke kesatuan. Namun, yang ditinggalkan di Kampung Wanam tidak akan hilang begitu saja.

Tersisa 5 sumur air bersih yang akan terus mengalir memberi kehidupan, 6 unit MCK yang menjamin kebersihan dan kesehatan keluarga, 4 rumah yang kini lebih layak dihuni, serta fasilitas umum dan sanitasi yang lebih baik. Lebih dari itu, tersimpan pula ilmu pengetahuan, kesadaran hidup sehat, cinta tanah air, dan semangat gotong royong yang kini tumbuh subur di hati setiap warga.

Yang paling berharga dan tak akan pudar adalah ikatan hati yang telah terjalin erat. Warga Kampung Wanam kini tahu bahwa TNI adalah saudara mereka, pelindung mereka, dan sahabat yang datang tulus membangun dan melayani. Sebaliknya, para prajurit pun membawa pulang kenangan hangat, senyum tulus, dan rasa bahagia karena dapat berbakti langsung kepada rakyat di tanah Papua yang indah ini.

TMMD Ke-129 telah selesai. Namun harapan baru baru saja dimulai. Dengan fasilitas yang lengkap, ilmu yang bermanfaat, dan persaudaraan yang kokoh, Kampung Wanam kini melangkah lebih percaya diri menuju masa depan yang lebih sehat, sejahtera, dan penuh harapan. Semangat gotong royong yang tumbuh selama masa TMMD inilah yang akan menjadi kekuatan abadi, menjaga dan membangun kampung tercinta ini terus maju dari hari ke hari. (andre)

Pos terkait