BI Sumsel Luncurkan Inovasi Pilot Project Integrasi Edukasi Kebanksentralan

dan Perluasan Layanan Penukaran Uang Rupiah

Palembang – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (BI Sumsel) meluncurkan Inovasi Pilot Project Kerja Sama Program Integrasi Edukasi Kebanksentralan pada Jenjang Pendidikan Menengah dan Perluasan Layanan Penukaran Uang Rupiah bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan enam bank mitra, Selasa (28/7) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan.

Program ini merupakan inovasi implementasi komitmen Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi kebanksentralan dan memperluas layanan penukaran uang Rupiah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, Deputi Kepala Perwakilan Muhamad Aries Permadi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Hj. Mondyaboni, Direktur Operasional Bank Sumsel Babel H Festero M Papeko, pimpinan wilayah Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BCA, serta jajaran Bank Indonesia, Dinas Pendidikan, perbankan, dan kepala sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj MondyaboniSE SKom MSi MPd menyampaikan apresiasi atas inovasi dan kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi kebanksentralan di kalangan pelajar.

Menurutnya, program ini merupakan suatu inovasi yang baik dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar pemahaman mengenai peran Bank Indonesia dan pentingnya Rupiah dapat menjangkau seluruh siswa SMA dan SMK di Sumatera Selatan.

“Hampir 1.000 siswa yang menjadi sasaran awal program ini, diharapkan pemahaman kebanksentralan dapat menjangkau siswa-siswi hingga wilayah terjauh di Sumatera Selatan secara berkelanjutan,” kata Mondy.

Berkaitan dengan inovasi kegiatan layanan penukaran uang rupiah, Direktur Operasional Bank Sumsel Babel, H Festero M Papeko menyampaikan bahwa perluasan layanan penukaran uang ini merupakan inovasi pilot project pertama di Indonesia yang diinisiasi KPwBI Provinsi Sumatera Selatan dan diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain. Sebagai bentuk dukungan, Bank Sumsel Babel telah menyiapkan tujuh kantor wilayah untuk mendukung pelaksanaan layanan tersebut.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa bentuk inovasi dari edukasi kebanksentralan akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Ekonomi SMA dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) SMK melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

Sebagai tindak lanjut, mulai 29 Juli 2026 Bank Indonesia akan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) kepada 923 guru mata pelajaran Ekonomi dan IPAS yang mewakili 923 SMA dan SMK di seluruh Sumatera Selatan dalam 12 batch.

Bambang juga menyampaikan bahwa sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia bersama enam bank mitra, yaitu Bank Mandiri, BRI, BPD Sumsel Babel, BNI, BSI, dan BCA, meluncurkan inovasi pilot project perluasan layanan penukaran uang Rupiah lusuh, rusak, dan/atau yang telah dicabut dari peredaran.

“Setiap bank akan menyediakan sedikitnya satu kantor cabang pada setiap kabupaten/kota sebagai lokasi layanan penukaran yang ditatausahakan melalui aplikasi PINTAR, dengan dukungan Bank Indonesia berupa media informasi layanan, alat ukur tingkat kerusakan uang, serta pelatihan bagi petugas kasir,” kata Bambang.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan menandatangani Berita Acara Kesepahaman mengenai integrasi materi kebanksentralan pada jenjang SMA dan SMK yang dilanjutkan dengan penyerahan simbolis perangkat edukasi. Bank Indonesia bersama enam bank mitra juga menandatangani Berita Acara Komitmen Bersama sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi pilot project perluasan layanan penukaran uang Rupiah di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Melalui kedua inovasi pilot project ini, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan berharap pemahaman generasi muda mengenai tugas dan peran bank sentral semakin meningkat serta akses masyarakat terhadap layanan penukaran uang Rupiah menjadi lebih mudah, merata, dan berkualitas. Program ini diharapkan menjadi business model implementasi yang dapat direplikasi di daerah lain sekaligus memperkuat pengelolaan uang Rupiah di Indonesia.

Pos terkait