Saat Jalan Menjadi Harapan, Warga Krangean Sambut Hadirnya TMMD

PURBALINGGA — Di sebuah jalan tanah yang membelah rimbunnya pepohonan Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, langkah-langkah kecil anak-anak terdengar pelan. Di tepi jalan itu, beberapa warga juga terlihat berdiri, seolah sudah akrab dengan kondisi yang setiap hari mereka lalui— jalan sempit, berlumpur dan sulit dilalui saat hujan turun.

Di antara mereka, seorang pria paruh baya tampak menunjuk ke arah jalan yang menurun. Ia adalah Dayat, warga Krangean yang sehari-hari merasakan langsung betapa sulitnya akses jalan tersebut. Dengan nada penuh harap, ia menggambarkan kondisi yang selama ini ia rasakan.

“Kalau hujan, jalannya susah dilewati. Licin juga, jadi kalau kendaraan mau lewat harus benar-benar hati-hati. Anak-anak juga, apalagi yang masih kecil-kecil kadang kalau licin suka pada jatuh,” ungkapnya.

Bagi warga Krangean, jalan tersebut bukan sekedar akses penghubung. Ia adalah jalur utama menuju aktivitas sehari-hari. Sayangnya, kondisi jalan yang sempit dan belum memadai membuat semua itu terasa lebih berat.

Kini, harapan mulai tumbuh seiring hadirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke- 128 Kodim 0702/Purbalingga. Melalui program ini, jalan yang selama ini menjadi keluhan warga akan segera diperlebar dan diperbaiki agar lebih layak dilalui.

Dayat, bersama warga setempat dan anak-anak menyambut baik rencana tersebut. Bagi mereka, perubahan jalan bukan hanya tentang kenyamanan, tetapi juga membuka peluang baru bagi kehidupan warga desa.

“Semoga kalau jalannya sudah lebar dan halus, akses warga jadi lebih mudah. Anak-anak semangat belajar, warga juga makin semangat kerjanya,” tuturnya.

Di balik kesederhanaan suasana desa, tampak jelas bahwa jalan adalah nadi kehidupan. Ketika akses yang lebih layak terbuka, peluang pun ikut terbuka. Anak-anak bisa bersekolah dan bermain dengan lebih aman, warga pun menjadi lebih lancar untuk bekerja.

Kehadiran TMMD bukan sekedar membangun infrastruktur, tetapi juga harapan. Harapan yang tumbuh lewat percakapan sederhana di pinggir jalan, dari tatapan anak-anak yang menunggu perubahan, hingga keyakinan dari warga bahwa suatu saat nanti, jalan di desanya akan benar-benar menuju kemajuan.

Pos terkait