Pendidikan pesantren dinilai berperan membentuk generasi berilmu, berakhlak dan peduli sesama
TUNGKAL JAYA – Senandung sholawat bergema menyambut kehadiran Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai Abdur Rohman Husen dalam acara Haflah & Tasyakkur Khotmil Alfiyah Ibni Malik ke-5 dan Kutub Al-Muqarraroh Tahun 1448 H/2026 M di Pondok Pesantren Hidayatuzzua’ma, Dusun III, Desa Bero Jaya Timur, Kecamatan Tungkal Jaya, Rabu (2/9/2026) malam.
Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli PKK Muba Liliyani Abdur Rohman Husen, Kabag Kesra Setda Muba Dr H Opi Palopi MA, Camat Tungkal Jaya Muksin SPdI, Kades Bero Jaya Timur Sidarto, Forkopimcam, para kepala desa, Pengasuh Ponpes Hidayatuzzua’ma Kyai Ahmad Imron Abdur Rozzaq, Penceramah Gus Minanul Aziz, pengasuh pondok pesantren, ustad-ustadzah, wali santri serta santriwan dan santriwati.
Dalam sambutannya, Kyai Abdur Rohman Husen menyampaikan apresiasi kepada pengasuh Ponpes Hidayatuzzua’ma yang telah mengundang Pemkab Muba untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga menilai perkembangan pondok pesantren tersebut cukup pesat dan telah melahirkan santri serta santriwati yang memiliki kemampuan dalam bidang keilmuan agama.
“Acara khotmil Alfiyah Ibni Malik dan Kutub Al-Muqarraroh bukan sekadar seremoni atau perayaan selesainya proses pembelajaran. Ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus penghargaan atas perjuangan para santri dalam menuntut ilmu, khususnya mendalami ilmu-ilmu keislaman,” ujar Wabup.
Menurutnya, Alfiyah Ibnu Malik merupakan salah satu kitab monumental dalam khazanah keilmuan Islam, terutama ilmu nahwu dan sharaf. Untuk mempelajarinya diperlukan ketekunan, kesabaran, kedisiplinan dan kesungguhan. Karena itu, ia mengucapkan selamat kepada para santri yang telah menyelesaikan pembelajaran tersebut.
“Kami berharap ilmu yang dipelajari tidak berhenti pada kemampuan menghafal dan memahami kitab, tetapi menjadi ilmu yang bermanfaat, diamalkan dan diajarkan kembali kepada masyarakat,” katanya.
Wabup mengatakan, Pemkab Muba memandang pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pesantren dinilai menjadi salah satu tempat penting untuk menempa karakter, iman, ilmu dan kepedulian generasi muda.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 100 pondok pesantren di Kabupaten Muba yang telah memenuhi persyaratan pendirian dan operasional. Kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak pilihan pendidikan keagamaan yang dapat diakses masyarakat.
“Pesantren sudah tersedia di Muba. Harapannya, keberadaan pesantren ini terus melahirkan anak-anak yang memiliki kemampuan dan menjadi harapan masa depan agama, masyarakat dan Kabupaten Musi Banyuasin,” tandas Wabup.
Sementara itu, Ketua Panitia Gus Iklil Askar menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wabup Muba beserta jajaran Pemkab Muba. Kepada para santri, ia berpesan bahwa khotmil bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus mengembangkan ilmu agar memberikan manfaat. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Gus Minanul Aziz.



