CIANJUR, – Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di dua titik rawan longsor di Desa Mekarmukti terus berjalan dengan teliti dan konsisten. Pada hari kelima ini, kedua lokasi masing-masing sepanjang 15 meter dan tinggi 1 meter tetap berada di capaian 50 persen, dengan fokus pekerjaan pada pemadatan pondasi dan penyusunan struktur batu kali yang lebih rapat, Senin 20 Juli 2026.
Personel Satgas bekerja dengan ketelitian tinggi memastikan setiap lapisan pondasi kuat menahan beban tanah di lereng. Pekerjaan yang tidak terburu-buru ini dilakukan demi menjamin keamanan jangka panjang, baik bagi badan jalan yang sedang dibangun maupun bagi rumah warga yang berada di bawahnya.
Kapten Cke Ijudin selaku Dan SSK TMMD ke-129 Kodim 0608/Cianjur menjelaskan alasan konsistensi pengerjaan ini: “Kami tidak mengejar kecepatan semata, melainkan prioritas pada kekokohan. TPT ini adalah benteng utama desa dari bahaya longsor, jadi struktur pondasi dan susunan batunya harus benar-benar sempurna sebelum naik ke tahap berikutnya.”
Kepala Desa Rudi Indra Permana mengapresiasi ketelitian tim: “Kami sangat mengerti dan mendukung kehati-hatian ini. Selama ini longsor selalu menjadi ketakutan terbesar warga saat musim hujan. Dengan tembok penahan yang kuat, kami bisa tidur lebih tenang.”
Sementara itu, ruas jalan yang telah dilapisi hotmix juga terus dipantau kondisinya, siap untuk segera dimanfaatkan begitu seluruh proses pengeringan selesai.(*)



