Tak Kenal Lelah! Pengeboran Sumur Bor Diintensifkan Demi Temukan Titik Air

SUMBA BARAT DAYA – Semangat tak pernah surut, kerja keras terus digencarkan. Pada Rabu (13/05/2026), Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1629/SBD kembali meningkatkan intensitas dan kecepatan pengeboran sumur bor yang menjadi sasaran utama pembangunan fisik di Desa Umbu Wangu, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Fokus utama kegiatan hari ini adalah terus menembus lapisan tanah yang semakin dalam dan berbatu, dengan tujuan utama menemukan titik sumber mata air yang memiliki debit cukup besar dan kualitas air yang layak dikonsumsi masyarakat.

Mesin pengeboran beroperasi terus-menerus, bunyinya bergema memecah kesunyian desa, menandakan proses kerja yang sedang berlangsung maksimal. Para personel teknis Satgas terlihat sigap dan terampil mengawaki alat berat tersebut, bekerja secara bergantian di bawah terik matahari yang cukup menyengat. Mereka dengan teliti memantau setiap perubahan kondisi tanah dan batuan yang naik ke permukaan, mengukur kedalaman yang telah dicapai, serta memastikan kelancaran aliran air pendingin agar mesin tetap bekerja prima tanpa kendala.

Proses mencari titik sumber mata air ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Wilayah Desa Umbu Wangu dan sekitarnya memiliki karakteristik geologis yang cukup berat, didominasi oleh lapisan tanah keras dan bebatuan padat, sehingga membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan tenaga ekstra. Namun, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat para prajurit. Justru tantangan ini membuat mereka semakin bertekad bulat untuk menembus hingga ke lapisan air tanah, demi menjawab kebutuhan paling mendasar dan mendesak masyarakat setempat yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau tiba.

Salah seorang warga Desa Umbu Wangu, Bapak Nikodemus, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi pengeboran dan setiap hari turut menyaksikan serta membantu, mengungkapkan rasa haru, syukur, dan harapannya yang begitu besar. Ia menceritakan betapa sulitnya kehidupan warga desa selama ini terkait ketersediaan air.

“Kami warga sini sangat bersyukur dan berterima kasih luar biasa kepada Bapak-bapak TNI. Setiap hari saya lihat mereka bekerja dari pagi sampai sore, panas-panasan, kotor-kotoran, demi mencari air untuk kami. Selama bertahun-tahun kami susah sekali dapat air. Kalau kemarau datang, kami harus jalan kaki jauh berjam-jam, turun ke lembah atau ke sungai kecil yang jauh, hanya untuk membawa satu ember air. Itu pun kadang airnya keruh dan tidak bersih,” ungkap Bapak Nikodemus dengan nada bergetar. (and)

Pos terkait