BANGKOK, THAILAND – Para peneliti dari Institut Penelitian Sumber Daya Perairan (ARRI), Fakultas Sains, Universitas Chulalongkorn baru-baru ini menemukan bukti genetik baru yang menjelaskan bagaimana ikan nila dagu hitam invasif (Sarotherodon melanotheron), spesies asli Afrika Barat, dapat menyebar di seluruh Thailand.
Berdasarkan analisis genetik dari 466 sampel ikan yang dikumpulkan di seluruh negeri, studi ini mengidentifikasi keragaman genetik yang tinggi, termasuk 19 haplotip berbeda, yang mengungkapkan bahwa spesies tersebut berasal dari beberapa peristiwa introduksi daripada pelepasan tunggal. Temuan ini juga menunjukkan bahwa translokasi yang dimediasi manusia di Thailand memainkan peran utama dalam penyebaran spesies yang cepat.
Studi ini merupakan salah satu penilaian genetik paling komprehensif tentang ikan nila dagu hitam di Thailand hingga saat ini. Para peneliti mengkonfirmasi bahwa populasi invasif tersebut termasuk dalam subspesies Sarotherodon melanotheron dan mengidentifikasi 13 haplotip unik yang hanya terdapat pada populasi tertentu.
Beberapa di antaranya terjadi dengan frekuensi yang relatif tinggi di Samut Songkhram, Prachuap Khiri Khan, dan Surat Thani, menunjukkan adanya beberapa sumber introduksi dan pencampuran yang terbatas di antara beberapa populasi regional.
Menggunakan pola distribusi haplotip, analisis jaringan, dan perbandingan filogenetik, para peneliti menelusuri asal-usul nila dagu hitam Thailand ke beberapa sumber geografis, termasuk Ghana dan Pantai Gading, serta kemungkinan populasi asli lainnya yang belum diambil sampelnya di Afrika Barat.
Studi ini juga menemukan bahwa populasi nila dagu hitam di berbagai bagian Thailand secara genetik berbeda, terutama di Samut Songkhram, yang diyakini sebagai lokasi invasi paling awal.
Pada saat yang sama, para peneliti menemukan bahwa ikan yang memiliki ciri genetik paling umum ditemukan di provinsi-provinsi di seluruh Thailand timur dan selatan, termasuk Chachoengsao, Rayong, Chanthaburi, Chumphon, Nakhon Si Thammarat, dan Songkhla, menunjukkan bahwa ikan tersebut diangkut oleh aktivitas manusia daripada menyebar secara alami melalui jalur air yang terhubung.
Para peneliti mengatakan temuan ini memberikan bukti ilmiah yang berharga untuk memperkuat pengawasan dan pengelolaan spesies invasif.
Dengan mengidentifikasi jalur introduksi dan pola penyebaran, studi ini menawarkan panduan penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, meningkatkan langkah-langkah biosekuriti, dan mengurangi dampak ekologis pada ekosistem air tawar Thailand.
