TANGERANG – PT Debindomulti Adhiswasti (Debindo), perwakilan resmi ITE Group di Indonesia, menyelenggarakan Sesi Bisnis ITE dalam ajang Trade Expo Indonesia 2026 di Pre Function Stage, Hall 8, ICE BSD City, Jumat (16/10/2026).
Sesi ini mendorong para eksportir dan pelaku bisnis Indonesia untuk memanfaatkan peluang di pasar Rusia dan Eurasia, antara lain dengan berpartisipasi dalam tiga pameran unggulan ITE Group di Moskow, Rusia, yaitu MosBuild, WorldFood Moscow, dan MITT.
Acara ini dibuka oleh Bayu Nugroho, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor pada Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa Rusia merupakan pasar yang sangat besar dan berpotensi menjadi penggerak kegiatan ekspor bagi produk-produk Indonesia.
Sesi ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya: Ardianto Mahdi Wibowo, Atase Perdagangan Republik Indonesia di Moskow; Nabil Ramadhana, Perwakilan ITE Group di Indonesia; Aleksei Kuskov, Wakil Perwakilan Dagang Federasi Rusia di Indonesia; serta Hengky Prasetiya, Account Manager di PT Tatalogam Lestari.
Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) memiliki populasi sebesar 186 juta jiwa dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar USD 3,02 triliun pada tahun 2025. Meskipun wilayah tersebut tergolong besar, nilai ekspor Indonesia ke EAEU pada tahun 2025 tercatat hanya sekitar USD 2,1 miliar, meningkat dari angka sekitar USD 1,89 miliar pada tahun 2024.
Aleksei Kuskov, Wakil Perwakilan Perdagangan pada Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia, menyatakan bahwa kopi, teh, cokelat, rempah-rempah, furnitur, suku cadang, tekstil, produk perikanan, serta produk dan layanan digital merupakan komoditas dengan potensi kuat yang memiliki permintaan sangat besar di kawasan EAEU (Uni Ekonomi Eurasia).
Ia juga mengimbau para eksportir untuk menyiapkan profil perusahaan dalam bahasa Inggris, memahami regulasi serta persyaratan teknis yang berlaku di EAEU, dan memperkuat riset pasar, penetapan harga, serta strategi promosi guna meningkatkan daya saing ekspor di kawasan tersebut.
Nabil Ramadhana, Perwakilan Negara untuk ITE Group di Indonesia, mengungkapkan bahwa ekspor Indonesia ke Rusia mencapai sekitar USD 1,88 miliar pada tahun 2025, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 42,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekitar 69%, atau USD 1,31 miliar, berasal dari sektor makanan dan minuman. Hal ini menunjukkan masih terdapat ruang yang luas untuk memperluas pasar melalui produk lain—seperti kopi, teh, kakao, kelapa, makanan laut, dan makanan olahan—yang peluang pasarnya masih terbuka lebar.
Selain itu, sektor lain seperti bahan bangunan dan pariwisata juga mencatat peningkatan signifikan, yang menandakan masih adanya peluang ekspor ke kawasan EAEU, khususnya Rusia.
Perusahaan-perusahaan dapat memaksimalkan peluang ini melalui program kerja sama antara ITE Group dan Debindo, yang memfasilitasi partisipasi pelaku usaha Indonesia dalam berbagai ajang yang diselenggarakan oleh ITE Group, yaitu: MosBuild (30 Maret – 2 April 2027), MITT (13 – 15 April 2027), dan WorldFood Moscow (14 – 17 September 2027)—semuanya berlokasi di Crocus Expo, Moskow, Rusia.
Program ini tidak sekadar membawa perusahaan Indonesia untuk berpameran di Rusia, tetapi juga mencakup webinar pengenalan pasar, penyediaan paviliun Indonesia, program *hosted buyers* (pembeli yang diundang khusus), serta pengaturan pertemuan bisnis melalui platform MosBuild Connect.
Sebuah contoh konkret disampaikan oleh Hengky Prasetiya, Account Manager di PT Tatalogam Lestari. Produsen genteng logam Bali Roof berpartisipasi dalam ajang MosBuild 2026 dan berhasil menjaring 36 prospek dari para pengunjung. Sebanyak 35 di antaranya menunjukkan ketertarikan pada produk Bali Roof dari PT Tatalogam Lestari, dan satu pertemuan dengan calon pelanggan pun terlaksana selama acara berlangsung.
PT Tatalogam Lestari juga berkesempatan bertemu dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia serta perwakilan dari United Company RUSAL (UC RUSAL). Pihak perusahaan menyatakan bahwa dukungan dari Atase Perdagangan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, para pelajar Indonesia di Rusia, dan pihak penyelenggara sangat membantu.
Meski demikian, sejumlah tantangan tetap ada, di antaranya kendala bahasa lokal, akses internet, serta sistem pembayaran tunai.
