NUNUKAN – Puncak kegiatan Gerakan Penanaman Pohon dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0911/Nunukan berlangsung penuh makna di kawasan Embung Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Tengah, Kamis. Kegiatan tidak hanya diisi dengan penanaman pohon, tetapi juga pelepasan bibit ikan lokal serta burung merpati sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan di wilayah perbatasan.
Puluhan bibit pohon ditanam secara bersama-sama oleh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelajar, hingga warga sekitar. Sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem embung, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran bibit ikan lokal jenis nila dan lele ke dalam embung, yang diharapkan mampu berkembang biak dan memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang. Suasana semakin khidmat saat dilakukan pelepasan burung merpati sebagai simbol harapan, kedamaian, dan kelestarian alam.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0911/Nunukan, Letkol Inf Tony Prasetyo, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung ketahanan wilayah di kawasan perbatasan.
“Melalui penanaman pohon, penebaran bibit ikan, dan pelepasan burung, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam. Apa yang kita tanam dan lestarikan hari ini akan menjadi manfaat besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lapri menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Embung Desa Lapri sebagai lokasi puncak kegiatan. Menurutnya, keberadaan pohon-pohon yang ditanam akan menjadi penopang kelestarian embung sebagai sumber cadangan air desa, sedangkan penebaran ikan diharapkan dapat memperkaya ekosistem perairan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat di kemudian hari.
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi bukti bahwa TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya, Embung Desa Lapri dapat terus menjadi sumber kehidupan yang lestari, sekaligus menjadi warisan alam yang bermanfaat bagi generasi penerus di wilayah perbatasan.(*)



