Penyuluhan Kebencanaan TMMD ke-128 di Desa Godo, Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana

PATI – Dalam rangka mendukung sasaran non fisik program TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026, dilaksanakan kegiatan penyuluhan tentang bencana alam dan penanganan pasca bencana di Balai Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Kamis (23/4/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 orang warga dengan penuh antusias.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pati Sukarno, S.Kep., M.Kes., Danramil 18/Winong Kapten Inf Andik Setiawan yang diwakili Letda Inf Ali Sadikin, Kapolsek Winong yang diwakili Aipda Bibit Widodo, Kepala Desa Godo Suwondo, perangkat desa, BPD, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Letda Inf Ali Sadikin menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang tepat mulai dari sebelum bencana, saat bencana terjadi, hingga pasca bencana, sehingga mampu meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pati Sukarno dalam pemaparannya menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Pati memiliki potensi bencana seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan tersebut.

Ia memaparkan tahapan penanggulangan bencana yang meliputi pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Pada tahap pra bencana, masyarakat diimbau untuk mengenali potensi risiko di lingkungan, menjaga kebersihan, serta menyiapkan jalur evakuasi dan perlengkapan darurat. Saat bencana terjadi, masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan jiwa. Sedangkan pada tahap pasca bencana, warga diharapkan dapat melakukan pembersihan lingkungan, menjaga kesehatan, serta berperan aktif dalam proses pemulihan.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk aktif dalam kegiatan gotong royong, membentuk kelompok siaga bencana, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Godo semakin siap, tanggap, dan waspada dalam menghadapi bencana, serta mampu melindungi diri dan keluarga demi terwujudnya desa yang tangguh bencana.

Pos terkait