di Forum Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI
SURABAYA – PT Amerta Indah Otsuka melalui SOYJOY melanjutkan dukungannya bagi para ahli gizi dengan membawa semangat inovasi para pemenang SOYJOY Nutrition Award (SNA) 2026 pada acara Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI yang dihadiri lebih dari 515 ahli gizi di Surabaya.
Kehadiran SOYJOY dalam forum TIN II PERSAGI menjadi kelanjutan dari The 4th SOYJOY Nutrition Award 2026 yang sebelumnya digelar di Jakarta dan menghimpun 213 program gizi dari 96 kota di Indonesia. Dari ratusan program tersebut, SOYJOY memberikan apresiasi kepada tiga program terbaik melalui kategori Best Impact Award, Best Innovation Award, dan Most Inspiring Award.
Tiga pemenang SNA 2026 hadir dengan pendekatan berbeda dalam menjawab tantangan gizi. Wiranto, S.Gz., Dietisien meraih Best Innovation Award melalui NUTRITOOLS, sebuah inovasi digital untuk mendukung pembelajaran dan praktik gizi. Tim Gizi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo diwakili oleh Ervita Widiarsanti ,S.Gz meraih Best Impact Award melalui FEEDCYCLE, inovasi reuse feeding buret untuk meningkatkan efisiensi layanan rumah sakit dan mengurangi limbah medis.
Sementara itu, Ihsan Abdul Aziz SGz meraih Most Inspiring Award melalui pendekatan circular economy dalam pengelolaan food waste dengan inovasi PANGAN LESTARI (pemanfaatan sisa pangan untuk lingkungan dan ekonomi sirkular) dalam rangka penurunan stunting.
Ketiga program ini menunjukkan bahwa inovasi gizi dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pemanfaatan teknologi, efisiensi layanan kesehatan, hingga pengelolaan pangan berkelanjutan. Melalui sesi talk show di TIN II PERSAGI, para pemenang berbagi pengalaman tentang bagaimana solusi yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
Ihsan Abdul Aziz sebagai pemenang Most Inspiring Award menjelaskan pada acara sesi talkshow tersebut bahwa suatu masalah bisa menjadi solusi bagi masalah lain.
Melalui programnya, ia membawa pendekatan circular economy dalam pengelolaan food waste dan berhasil mengolah lebih dari 100 Kg sampah makanan menjadi pakan ternak untuk ikan lele dengan nilai gizi yang meningkat dan diberikan kepada balita stunting dalam bentuk pemberian makanan tambahan.
“Banyak solusi gizi sebenarnya bisa dimulai dari hal yang sangat dekat dengan masyarakat, termasuk bagaimana kita melihat kembali sisa pangan agar tidak berhenti sebagai limbah. Melalui PANGAN LESTARI, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan food waste dapat menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi dan penurunan stunting. Saya berharap program ini bisa menginspirasi lebih banyak ahli gizi untuk melihat potensi solusi dari lingkungan terdekat mereka.” ujar Ihsan Abdul Aziz.
Sementara itu, Wiranto menilai kesempatan berbagi di hadapan para ahli gizi menjadi momentum penting untuk menunjukkan bagaimana transformasi digital dapat memperluas akses pembelajaran dan praktik gizi melalui NUTRITOOLS.
Tim Gizi RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo yang diwakili oleh Ervita Widiarsanti menambahkan bahwa inovasi gizi juga dapat lahir dari perbaikan sistem kerja di fasilitas layanan kesehatan. Melalui FEEDCYCLE, ia menunjukkan bahwa inovasi teknis di rumah sakit dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mengurangi limbah medis.
Menurut Kenny Aridy, Digital & New Product Development Manager SOYJOY, kisah para pemenang SNA 2026 menunjukkan bahwa inovasi gizi dapat lahir dari kebutuhan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari praktik edukasi, layanan kesehatan, hingga pengelolaan pangan yang lebih berkelanjutan. Melalui kehadiran para pemenang di TIN II PERSAGI, SOYJOY ingin membawa cerita dan pembelajaran tersebut ke ruang yang lebih luas agar dapat memperkuat semangat kolaborasi di antara para ahli gizi.
“Bagi SOYJOY, mendukung inovasi di bidang gizi merupakan bagian dari misi besar kami untuk membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Melalui SOYJOY Nutrition Award, kami ingin memberikan ruang apresiasi bagi para ahli gizi yang terus menghadirkan solusi nyata dari praktik sehari-hari, sekaligus mendorong agar inovasi tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem gizi yang lebih baik,” ujar Kenny.
Selain menghadirkan para pemenang di TIN II PERSAGI, SOYJOY juga mengajak mereka mengunjungi pabrik SOYJOY di Pasuruan, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, para pemenang melihat langsung proses produksi SOYJOY, mulai dari pengolahan bahan, penerapan standar kualitas, hingga sistem keamanan pangan.
Pengalaman ini menjadi bagian dari upaya SOYJOY untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat mengenai proses produksi pangan yang berkualitas, sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya pilihan konsumsi yang lebih baik.
