Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim Penjaga Palang Pintu Diduga Lalai Hingga Ada Korban Dan Minim Pelayanan

Muara Enim – Kantor Imigrasi Klas IIB Non TPI Kabupaten Muara Enim lalai dalam penjagaan dan kurangnya pelatihan tata cara penggunaan palang pintu secara elektronik , sehingga kurangnya himbauan terhadap pejalan maupun yang berkendaraan roda dua dan roda empat yang masuk keluar kekantor Imigrasi dan ini menjadi perhatian Kemenhumkam maupun Kakanwil provinsi untuk mengecek dan menyidak pada kantor-kantor Imigrasi yang menggunakan palang pintu (Barrier Gate).

Perihal tersebut terjadi naas, Awak Pers DK (36) KA Biro Online yang bertugas ingin menghadap dan perihal wawancara dibagian intelijen imigrasi, sebelum jurnalis koordinasi ke ruang intelijen , awak Pers mengisi lapor tamu dipenjagaan Alqin untuk ijin menghadap, namun dikatakan Alqin bagian intelijen lagi DL ke bandung saat dihubungi. Ujarnya. Selasa 29-09-2026.

Setelah mengetahui informasi, awak Pers DK (36) ijin pamitan untuk keluar kantor melewati palang depan pos , karena saat itu palang masih terbuka, tiba-tiba mendadak palang pintu tersebut ditutup.

Lebih naas nya lagi palang pintu tersebut dibuka tiba tiba-hingga menghantam dagu dan pipi awak Pers DK(36).

Lalu merasakan sakit akibat hantaman palang tersebut di bawah dagu.

Lebih kritisnya lagi pihak penjaga dan petugas-petugas imigrasi hanya dengan kata-kata maaf, Karena tidak mengetahui dan merarasakan hantaman palang pintu yang begitu keras pada dagu dan pipi.

Korban minta pihak imigrasi kelas II non TPI agar merespon atas kejadian terhadap DK (36) yang bertugas, akibat kelalaian petugas karena tidak adanya pelatihan sebelum pelaksanaan, kelalaian seharusnya menjadi perhatian utama pihak imigrasi kelas II non TPI muara enim mengakibatkan korban menderita memar di bagian pipi dan dagu.

Dikonfirmasi Kepala Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim melalui Kastel Hendra, Fadil , dan Andre selaku pihak humas imigrasi kelas II B Muara Enim menelpon melalui via telpon WA no 08214464**63 mengatakan dengan nada keras meminta temui aku di uluan seraya menantang dan mengancam awak PERS.

Pos terkait