Jakarta – Heavenly Culture, World Peace, and Restoration of Light (HWPL) organisasi non-profit non-pemerintahan berbasis di Korea Selatan mengadakan Coffee Meet-Up bersama insan media dalam suasana santai dan terbuka untuk membahas hak asasi manusia (HAM), jurnalisme, kebebasan pers, serta peran media dalam membangun perdamaian.
Mengangkat tema “Jurnalisme Tanpa Intimidasi”, kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, di Mie Kober Tebet Lantai 2, Jakarta Selatan.
Pertemuan ini menjadi ruang bagi HWPL dan media untuk saling mengenal, bertukar perspektif, serta membangun jejaring dan peluang kolaborasi dalam isu yang berkaitan dengan kemanusiaan dan perdamaian.
Membahas Tantangan Jurnalis dan Kebebasan Pers
Melalui konsep coffee conversation, peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi jurnalis dalam menjalankan tugas, termasuk tekanan dan intimidasi, perlindungan hak jurnalis, serta pemahaman sesungguhnya mengenai kebebasan pers.
Diskusi kemudian diarahkan pada pertanyaan yang lebih luas: bagaimana media dapat menggunakan perannya untuk mendorong dialog, mengurangi konflik, dan membangun perdamaian di tengah masyarakat.
Media tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menentukan isu apa yang mendapat perhatian publik, mempertemukan berbagai perspektif, dan menghadirkan cerita yang dapat mendorong masyarakat untuk memahami satu sama lain.
Membuka Peluang Kolaborasi dengan HWPL
Dalam pertemuan ini, HWPL juga memperkenalkan beberapa bentuk keterlibatan yang dapat menjadi bagian dari jejaring media dan perdamaian, antara lain keanggotaan atau dukungan terhadap kegiatan sukarela perdamaian melalui keanggotaan HWPL Membership, inisiator kegiatan perdamaian atau berkolaborasi bersama dengan HWPL dan mitra lainnya, serta melakukan wawancara dan fitur-fitur khusus untuk pemberitaan kegiatan perdamaian.
Melalui kolaborasi dengan HWPL, media berkesempatan untuk:
- memperoleh akses terhadap informasi, kegiatan, narasumber, dan cerita yang berkaitan dengan isu perdamaian dan kemanusiaan;
- memperluas jejaring dengan komunitas, organisasi, dan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan perdamaian;
- menemukan perspektif dan materi yang dapat menjadi sumber potensial untuk pengembangan pemberitaan;
- berpartisipasi dalam berbagai platform internasional HWPL dan berbagai ruang berbagi perspektif bagi jurnalis;
- serta membangun hubungan jangka panjang dengan jaringan HWPL di bidang media, HAM, kemanusiaan, dan perdamaian.
Setiap media tetap memiliki kebebasan dan pertimbangan editorial dalam menentukan informasi, sudut pandang, maupun materi yang akan diberitakan.
Media sebagai Bagian dari Perjalanan Perdamaian
Bagi HWPL, membangun perdamaian bukan hanya tentang menghentikan konflik, tetapi juga tentang menciptakan masyarakat yang mampu berdialog, memahami perbedaan, menghormati hak orang lain, dan menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan.
Dalam proses tersebut, media memiliki posisi yang penting. Melalui pemberitaan yang bertanggung jawab, media dapat membantu masyarakat mengenali persoalan, memahami perspektif yang berbeda, mengangkat suara yang jarang terdengar, serta memperkenalkan berbagai upaya positif yang dilakukan untuk membangun perdamaian.
Karena itu, kerja sama antara HWPL dan media diharapkan tidak berhenti pada publikasi kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi untuk menghadirkan lebih banyak cerita tentang perdamaian dan memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga HAM, kebebasan, dan keharmonisan sosial.
“Jika jurnalis memiliki peran untuk melindungi hak masyarakat untuk mengetahui informasi, siapa yang melindungi hak jurnalis untuk menjalankan tugasnya tanpa intimidasi?,” kata dia.
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu refleksi dalam diskusi sekaligus pengingat bahwa kebebasan pers, HAM, dan perdamaian merupakan hal yang saling berkaitan.
Melalui Coffee Meet-Up ini, HWPL berharap dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan media serta membuka ruang bagi kolaborasi yang saling memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi masyarakat.



