PALI, SUMATERA SELATAN — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Tim Satgas Edukasi Karhutla Polres PALI bersama Perwira Pendamping Satgas Edukasi Polda Sumsel turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai bahaya karhutla sekaligus mengajak warga berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, berlokasi di Desa Talang Bulang. Sebanyak 20 masyarakat menjadi sasaran kegiatan edukasi tersebut.
Dalam kegiatan itu, tim memberikan pemahaman mengenai dampak karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan.
Masyarakat juga diajak untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok di area rawan terbakar, maupun dengan sengaja membakar lahan.
Tak hanya memberikan penyuluhan, personel Satgas juga membagikan poster dan flyer edukasi serta memasang poster di sejumlah tempat umum.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, terutama di tengah ancaman karhutla.
Tim juga memberikan pemahaman mengenai ancaman pidana bagi pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan, sehingga masyarakat tidak hanya memahami dampak lingkungan, tetapi juga konsekuensi hukum dari tindakan tersebut.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Mahasiswa Zainal Azis, S.Tr.K., Mahasiswa. Andhika Rizkiawan R., S.Tr.K., M.Si., serta Siswa Pitua Pasaribu, S.H.
Tak Hanya Edukasi, Satgas Gelar Baksos di LKSA Jaya Murni
Kegiatan Satgas Edukasi Karhutla PALI berlanjut pada Kamis, 3 September 2026. Selain kembali memberikan edukasi terkait pencegahan karhutla, tim juga menunjukkan kepedulian sosial dengan melaksanakan bakti sosial (baksos) di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Jaya Murni, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.
Sebanyak 50 orang menjadi sasaran kegiatan tersebut.
Dalam penyuluhan, pesan yang disampaikan tetap menitikberatkan pada pentingnya peran masyarakat dalam mencegah karhutla.
Warga kembali diingatkan untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran meluas.
Usai penyuluhan, tim melaksanakan kegiatan sosial di LKSA Jaya Murni. Bantuan berupa sembako dan uang santunan diserahkan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang berada di lembaga tersebut.
Suasana kegiatan juga diisi dengan silaturahmi dan interaksi bersama anak-anak LKSA. Kehadiran Satgas tidak hanya membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan perhatian kepada masyarakat.
Cegah Karhutla Dimulai dari Kepedulian
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab aparat maupun pemerintah.
Kesadaran untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta berani mengingatkan lingkungan sekitar menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar.
Melalui edukasi yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan, Satgas Edukasi Karhutla PALI berharap masyarakat semakin memahami bahwa satu tindakan ceroboh dapat memicu kebakaran dan berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, hingga kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Mahasiswa S2 STIK Angkatan 16 – Widya Endra Dharmalaksana (WED), yakni Zainal Azis, S.Tr.K. dan Andhika Rizkiawan R., S.Tr.K., M.Si., bersama Mahasiswa SIP Angkatan 56 Resimen Parakrama Pradhana serta Pitua Pasaribu, S.H.
Pesan yang dibawa sederhana namun tegas: cegah karhutla sebelum api membesar. Karena menjaga hutan dan lahan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menjaga kesehatan, keselamatan, dan masa depan masyarakat.(***)
