BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Investasi 46,85% pada Semester I-2026

JAKARTA  – Kebutuhan dunia usaha untuk memperkuat kapasitas dan mendukung pengembangan bisnis masih menjadi salah satu ruang pertumbuhan bagi industri pembiayaan.

Di tengah kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatat pertumbuhan pembiayaan investasi sebesar 46,85% secara tahunan (year on year/YoY) hingga Juni 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan kinerja positif BRI Finance pada segmen pembiayaan investasi, terutama di tengah tren industri yang masih menghadapi tekanan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip dalam pemberitaan per September 2026, pembiayaan investasi industri multifinance pada Juni 2026 mengalami kontraksi sebesar 5,33% YoY.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pertumbuhan pembiayaan investasi yang kami catat mencerminkan masih adanya kebutuhan pembiayaan dari dunia usaha. Kami melihat peluang tersebut dengan tetap memperhatikan dinamika pasar, prospek sektor usaha, dan profil risiko nasabah. Dengan pendekatan yang selektif, kami ingin memastikan pertumbuhan yang dicapai tetap berkualitas.”

Pembiayaan investasi memiliki peran dalam mendukung kebutuhan dunia usaha, antara lain untuk pengadaan aset dan kebutuhan produktif yang dapat menunjang kegiatan operasional maupun pengembangan kapasitas bisnis. Karena itu, BRI Finance terus mencermati perubahan kebutuhan pelaku usaha agar solusi pembiayaan yang ditawarkan tetap relevan dengan karakteristik masing-masing sektor.

Dalam menumbuhkan segmen tersebut, BRI Finance menerapkan pendekatan selective growth dengan mempertimbangkan fundamental dan prospek sektor usaha serta kesesuaian kebutuhan pembiayaan nasabah. Perusahaan juga melakukan penilaian terhadap profil risiko dan kemampuan nasabah untuk memastikan penyaluran pembiayaan dilakukan secara prudent.

Sinergi dengan ekosistem BRI turut dioptimalkan untuk memperkuat pemahaman perusahaan terhadap kebutuhan pembiayaan serta perkembangan sektor usaha. Pemahaman yang lebih komprehensif tersebut menjadi bagian dari proses perusahaan dalam menentukan peluang pembiayaan sekaligus menjaga kualitas portofolio.

“Setiap peluang pembiayaan akan kami lihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kebutuhan nasabah, tetapi juga dari prospek usaha dan risikonya. Ini penting agar ekspansi yang dilakukan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis sekaligus menjaga kesehatan portofolio,” kata Dhani.

Memasuki paruh kedua 2026, BRI Finance masih melihat peluang pertumbuhan pada pembiayaan investasi. Perusahaan akan terus memantau perkembangan permintaan dari dunia usaha serta kondisi masing-masing sektor untuk menentukan ruang ekspansi yang sesuai.

Pos terkait