Kandang Ayam Raksasa Muncul di Kuta Beach, TOUS les JOURS Didesak Segera Terapkan Komitmen Telur 100% Cage-Free

Kuta, Bali – Belasan pegiat kesejahteraan hewan dari tiga organisasi, Animals Don’t Speak Human (ADSH), Animal Friends Jogja (AFJ), dan Act For Farmed Animals (AFFA), menggelar kegiatan sosialisasi di kawasan Letronas Kuta Beach, Kamis (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menyerukan TOUS les JOURS untuk segera menerbitkan komitmen penggunaan 100% telur bebas sangkar (cage-free eggs). Seruan tersebut disampaikan melalui instalasi sangkar ayam raksasa di kawasan Letronas Kuta Beach, Bali, yang menyoroti pentingnya menggunakan sumber telur yang lebih aman serta memperhatikan kesejahteraan ayam petelur. TOUS les JOURS merupakan merek bakery milik CJ Foodville, bagian dari CJ Group, salah satu kelompok usaha besar asal Korea Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, 10 pegiat kesejahteraan hewan berada di dalam instalasi dua kandang ayam raksasa berukuran 120 x 80 x 180 cm untuk memvisualisasikan kondisi nyata kehidupan ayam petelur yang hidup dalam kandang sempit (yang juga dikenal sebagai kandang baterai).

Dengan kampanye edukasi visual ini, para pegiat kesejahteraan hewan menyoroti keterkaitan antara kesejahteraan hewan, keamanan pangan, dan praktik pengadaan yang bertanggung jawab. Melalui dialog langsung dengan masyarakat, para pegiat mendorong konsumen untuk lebih memahami asal-usul produk yang mereka konsumsi serta pentingnya mendorong perusahaan makanan untuk beralih ke sistem produksi yang lebih etis.

Tidak hanya melihat instalasi, publik secara langsung dapat merasakan dan berpartisipasi dalam “Kandang Ayam Challenge”, yaitu kesempatan untuk memasuki kandang dan merasakan keterbatasan ruang yang menyerupai kondisi yang dialami ayam petelur di peternakan dengan kandang sempit. Melalui pengalaman tersebut, pengunjung didorong untuk merefleksikan isu kesejahteraan hewan serta membagikan pesan dukungan melalui media sosial.

Kegiatan ini secara khusus meminta TOUS les JOURS, jaringan toko roti Prancis-Korea ternama yang merupakan bagian dari CJ Group, salah satu konglomerasi produsen makanan dan minuman terbesar di Asia. Di tengah semakin banyaknya perusahaan makanan global yang telah berkomitmen untuk menggunakan telur dari sistem peternakan bebas sangkar (cage-free) untuk memenuhi standar ESG (Environmental, Social, and Governance) dan keamanan pangan, sayangnya, hingga kini CJ Group belum menerbitkan kebijakan global yang mewajibkan penggunaan telur bebas sangkar di seluruh rantai pasoknya.

“Konsumen berhak mengetahui bahwa pangan yang mereka konsumsi tidak hanya bergizi, tetapi juga berasal dari rantai pasok yang bertanggung jawab dan memperhatikan kesejahteraan hewan. Hal ini menjadi semakin relevan di Bali, sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional dengan sektor hotel, restoran, dan kuliner yang sangat besar.

Ketika Bali terus mendorong pariwisata yang lebih berkelanjutan, prinsip keberlanjutan juga perlu tercermin dalam cara pelaku usaha memperoleh dan memilih bahan pangan. Kami mendorong CJ Group, termasuk TOUS les JOURS di Indonesia, untuk mengambil langkah nyata dengan menerbitkan kebijakan global dan target yang jelas menuju 100% penggunaan telur bebas sangkar,” ujar Klistjart Tharissa, Koordinator Komunikasi dan Kampanye, Animals Don’t Speak Human.

“CJ Group memiliki kekuatan dan kesempatan untuk memperkuat kepemimpinannya serta memenuhi harapan konsumen, investor, dan pasar global. Tren pemahaman tentang kesejahteraan hewan, salah satunya telur bebas sangkar, saat ini semakin meningkat. Dorongan dan seruan tersebut sejalan dengan momentum yang menunjukkan meningkatnya sistem bebas sangkar di seluruh Asia. Pemerintah, perusahaan, dan konsumen semakin menempatkan keamanan pangan, transparansi rantai pasokan, dan pengadaan yang etis sebagai prioritas utama.” Ujar Elfha Shavira, pemimpin kampanye Act for Farmed Animals.

Pemerintah Korea Selatan juga tengah bergerak menuju penghapusan sistem kandang baterai konvensional atau kandang sempit , dengan perubahan regulasi yang diarahkan untuk mulai berlaku pada 2027. Menandakan perubahan arah kebijakan dan ekspektasi pasar terhadap praktik peternakan yang lebih bertanggung jawab. Sementara itu, di Amerika Serikat, CJ Schwan’s pada Juni 2026 mengumumkan telah berhasil beralih 100% ke telur bebas sangkar untuk seluruh produk yang mengandung telur.

“Capaian CJ Schwan’s dan regulasi dari pemerintah Korea Selatan tersebut merupakan momentum yang harus disambut oleh CJ Group global untuk segera menerbitkan kebijakan global yang jelas, beserta target dan tenggat waktu transisi untuk beralih ke penggunaan telur bebas sangkar 100%. Kami bersama beberapa organisasi kesejahteraan hewan, melalui aksi edukatif ini, berharap CJ Grup dapat menyelaraskan praktik pengadaannya di berbagai wilayah dengan komitmen keberlanjutan dan kesejahteraan hewan yang semakin menjadi tuntutan konsumen global,” tegas Dwi Octavia, Manajer Kampanye Hewan yang Diternakkan, Animal Friends Jogja.

Pos terkait