Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS, adalah hari nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.
Namun ada momen istimewa saat upacara memperingati Hardiknas di SD Plumbungan IV. Irupnya adalah Letda Arh Jelang Abrianto, Danton satgas TMMD Reg 128 yang sedang mengerjakan program fisik TMMD di Ds. Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen. Sabtu, 02/05/2026.
Letda Arh Jelang Abrianto saat menjadi Inspektur upacara membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan
refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional, pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia, pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia, Inti proses pendidikan adalah memuliakan”
“Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among; asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan, pembinaan)”
“Hardiknas 2 Mei 2026 mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Fokus utamanya adalah ajakan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif, dan refleksi atas perjuangan Ki Hadjar Dewantara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.Berikut poin-poin penting amanat Mendikdasmen Hardiknas 2026 pertama Partisipasi Semesta, Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh pihak (keluarga, sekolah, dan masyarakat), kedua Pendidikan Bermutu: Komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran yang merata bagi seluruh anak bangsa, mulai dari PAUD hingga pendidikan tinggi, KetigaAksi Nyata: Peringatan tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi dan aksi nyata untuk masa depan pendidikan Indonesia. Keempat Digitalisasi & Etika: Menekankan pentingnya kedaulatan digital dan etika dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan sekolah”
“Dalam 18 bulan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan
fondasi ‘pendidikan bermutu untuk semua melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga,
masyarakat, dan media. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga – lembaga yang berkomitmen memajukan pendidikan. Kementerian menyampaikan terima kasih kepada lembaga-lembaga mitra di dalam dan luar negeri yang selama ini telah bekerja sama dengan baik”
Sementara itu Kepala SD N Plumbungan IV Intan Palupi, S.Pd, SD mengatakan sangat berterimakasih kepada TNI yang mau menjadi inspektur upacara di SD Plumbungan IV, karena ia baru kali ini upacara di sekolah irupnya dari TNI.
“Luar biasa, Saya senang pak Tentara bisa menjadi irup saat upacara memperingati Hardiknas di sekolah kami, ini kali pertama, biasanya kalau irupnya dari guru SD sendiri, banyak anak anak yang berbicara sendiri, sering gerak gerak bahkan ada yang mencari tempat teduh, namun ini berbeda, anak anak pada diam dan memperhatikan dengan khidmat, terimakasih pak Tentara” ucapnya sambil tersenyum. (M.yunus).



