PURBALINGGA — Suasana langit di Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara pagi itu tampak mendung dan udara terasa lebih dingin dari biasanya, namun di jalan setapak itu, barisan Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga tetap berdiri tegap.
Tidak ada yang bergeser. Tidak ada pula yang mengeluh. Semua berdiri tegak dan mengikuti apel pagi sebelum kegiatan kembali dimulai.
Di hadapan barisan tersebut, berdiri Bati Ter Kodim 0702/Purbalingga, Serma Herman. Suaranya tegas, memecah sunyi dan udara pagi yang terasa sejuk. Tanpa banyak basa-basi, ia menyampaikan dengan tegas berbagai komando sebelum pekerjaan benar-benar dimulai.
Dalam komando tersebut, ia mengatakan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan di Desa Krangean bukan sekedar rutinitas. Setiap cangkul yang diayunkan, batu yang disusun hingga rumah yang diperbaiki adalah bagian dari harapan masyarakat.
“Maka perlu saya sampaikan, kerjakanlah dengan sepenuh hati. Jangan sampai pekerjaan tersebut hanya selesai, tapi pastikan semua berjalan dengan baik,” ucapnya di hadapan barisan Satgas, Jumat (1/5/2026).
Meski kalimat itu terdengar sederhana, namun di baliknya tersimpan penegasan yang kuat. Sebuah ultimatum yang halus, bahwa dalam pengabdian ini, tidak ada ruang untuk setengah hati.
Sementara itu, para personel terus menyimak. Mereka memperhatikan dengan baik dan mengetahui bahwa apa yang disampaikan bukan lagi sekedar perintah, melainkan sebuah tanggung jawab yang harus dijaga bersama.
“Kerja kita mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya besar bagi masyarakat. Jadi lakukan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, supaya hasilnya benar-benar bisa dirasakan,” lanjutnya.
Apel pagi itu pun terasa lebih dari sekedar rutinitas harian. Ia, kini menjadi semacam pengikat, antara tugas, nurani, dan antara target pekerjaan serta nilai terhadap pengabdian.
Tak lama setelah apel dilaksanakan, barisan pun segera kembali bergerak. Mereka menyebar ke titik-titik pekerjaan, melanjutkan pembangunan yang perlahan mengubah wajah desa. (anr)



