Wow, Tepis Berita Miring Oknum Kadisnakbun Lampung Tengah Diduga Coba Suap Wartawan Senilai Fantastis

22
Wow, Tepis Berita Miring Oknum Kadisnakbun Lampung Tengah Diduga Coba Suap Wartawan Senilai Fantastis
Ilustrasi Tolak Suap. Foto: Ist

LAMPUNG TENGAH Setelah beredar luas berita dugaan gratifikasi tenaga honorer dan beberapa kegiatan swakelola fiktif tahun 2020, Kadisnakbun Ir. Taruna Bifi Koprawi MM, kembali tersandung kasus dugaan menyuap wartawan media online lantaran demi menghilangkan berita miring terkait dirinya pada Senin (22/02/21).

Perlu diketahui sebelumnya bahwa beberapa media online mengangkat kasus dugaan suap 25 juta terkait pengangkatan tenaga honorer yang dilakukan oleh Kadis Disnakbun, oleh sebab itulah seorang Kepala Dinas Perternakan dan Perkebunan (Kadisnakbun) tersebut mencoba menyuap wartawan media online yang mengangkat berita miring tersebut.

Kemudian disamping itu Kholidi yang berprofesi sebagai wartawan media online jurnalmediaindonesia.com, pada saat ditemui di kediamannya , Kholidi mengatakan  bahwa dirinya sempat ditemui seorang Kadis (Kepala Dinas), dan hendak memberikan sejumlah uang pelicin yang diduga untuk menghentikan berita miring terkait dirinya, pada Senin (15/02/2021).

“Memang benar dia ke rumah saya dan berjanji akan memberikan sejumlah uang untuk menghentikan pemberitaan terkait dugaan suap tenaga honorer, tapi saya tidak mengiyakan atau menolaknya,” kata Kholidi kepada awak media.

“Bahkan dia sampai 3 kali datang ke rumah saya pada hari Senin, Selasa, Rabu, dan memohon agar bisa segera menghentikan pemberitaan yang sedang diangkat oleh beberapa media online, dia siap memberikan uang yang cukup fantastis senilai Rp 70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah), tidak berhenti disitu saja Kadis Disnakbun juga sanggup menutup aparat penegak hukum jika persoalan ini sudah dilaporkan,” tutupnya.

“Padahal jelas dalam pasal 2 dalam undang undang nomor 11 tahun 1980 mengatur tentang tindak pidana suap yang berbunyi; Barangsiapa memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang dengan maksud untuk membujuk supaya orang itu berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum, dipidana karena memberi suap dengan pidana penjara selama-lamanya 5 (lima) tahun dan denda sebanyak-banyaknya Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah”.

Dalam hal ini Kholidi menolak semua permohonan Kepala Disnakbun tersebut dan akan menyerahkan seluruh proses agar kiranya bisa ditindak oleh aparat penegak hukum untuk mengadilinya, imbuhnya.

Laporan : Ahmad/Tim III Editor : Syarif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here