Wartawan Milenial Sukses Gelar Diskusi

22

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Antusias aktivis, mahasiswa, dan masyarakat Kota Palembang mengikuti  Diskusi Wartawan Milenial Sharing Club (WMSC) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel dengan tema “Politisi Milenial: Apa yang akan Dibawa?” yang digelar di di Roca Cafe and Resto, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang pada Kamis (5/9/2019).

Diskusi yang menghadirkan beberapa narasumser dari politisi Milenial yang akan menduduki kursi Dewan l di antaranya Muchendi Ishak Mekki, Anggota Terpilih DPRD Sumsel, Akbar Alfaro dari Gerindra, Pebi Anggi Pratama dari Golkar dan Alfa Sujatmiko dari PDIP.

Pengarah acara oleh pengamat politik Andika Pratana Jaya dan dipandu oleh Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar serta dibantu host cantik Jeane Fitria.

Kemudian di pertengahan diskusi hadir juga tiga Anggota DPRD terpilih, yaitu Azhari Haris Partai PAN, Sulaiman dan Vindo Faisal Anugrah dari Partai PKB didaulat oleh Moderator Bung Firko, untuk memberikan pandangan soal politisi milenial.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumsel Ahmad Rizwan  saat membuka diskusi mengatakan bahwa masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel)  mengharapkan Anggota Dewan terpilih, yang termasuk dalam Generasi Milenial mampu mewarnai perpolitikan di Sumsel, dan mampu memberikan pemikiran baru untuk menjawab tantangan zaman khususnya di Sumsel di masa datang.

“Banyak hal yang menyangkut tentang milenial dan ini menjadi sebuah pembahasan semenjak Lima tahun yang lalu,” ungkapnya.

Generasi ini lanjut Rizwan sekarang bermunculan dimana-mana dengan segala aktifitas dan sepak terjang, banyak hal juga yang sudah dilakukan tetapi juga ada tantangan yakni perspektif masyarakat  terhadap generasi milenial ini karena masih belum sepenuhnya bisa diterima, terkadang orang muda bisa dikatakan belum ada pengalaman, belum punya kapabilitas dan sebagainya, serta terkadang melakukan sepak terjang yang tidak terukur dan tidak ada substansinya sehingga mempengaruhi persepsi terhadap generasi milenial yang baik.

“Kami harap Anggota Dewan dari generasi Milenial ini mampu memberikan pemikiran baru di dewan nanti,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar sekaligus pemandu diskusi  mengatakan WMSC PWI Sumsel ini hadir sebagai suatu wadah untuk pewarta muda dalam menyumbangkan pemikiran, ide dan gagasan dalam memajukan dunia jurnalis semakin maju.

“Hal ini patut diapresiasi, dan dari PWI Pusat juga mengapresiasi kegiatan ini, saya harap dari WMSC ini mampu memberikan feedback yang baik bagi masyarakat Sumsel dan lebih mengenalkan lagi PWI Sumsel lewat kegiatan – kegiatan yang digagas tentunya dengan ala milinial,” tukasnya

Pada kesempatan awal diskusi Anggota DPRD Provisi Sumsel terpilih Muchendi Ishak Mekki mengatakan selama ini mengikuti berbagai organisasi baik kepemudaan, olah raga untuk mengasah kemampuan diri dan memahami sifat dan watak masyarakat.

“Saya duduk di dewan sudah dua kali, tapi yang penting sebagai politisi muda, dalam arti pemuda di usia 20-40 tahun menurut definisi pemuda, harus memiliki kemampuan mengakses perkembangan tehnologi, di zamn 4.0 ini kita sebagai politisi muda harus bisa menjawab tantangan zaman ini,” ungkapnya.

Sementarai itu H Alfa Sujatmiko, anggota terpilih Anggota DPRD Kota Prabumulih yang masih berusia 23 tahun mengungkapkan bahwa secara organisasi dan berpolitik ia dibesarkan di keluarga PDIP. Ayahnya merupakan politisi PDIP di Kota Palembang yaitu HM Ali Sakban.  “Saya memulai beraktivitas di politik saat menjadi Bendahara  DPC PDIP Kecamatan Kemuning, lalu sebagai kemudian menjabat sebagai Ketua Banteng Muda Indonesia Kota Palembang,” ucap Alfa memperkenalkan diri saat diskusi.

Menurut dia, apa yang dibawa ke Parlemen, sesuai dengan perintah partai yaitu menyerap aspirasi masyarakat, sesuai dengan tupoksi DPRD, yaitu legislasi, bugeting dan mengawasi.

Andika Pranata Jaya, Pengamat Politik  mengatakan Gagasan Parlemen Modern mengemuka sejak deklarasi Open Parlemen di Roma tahun 2012. Hal ini menumbuhkan harapan publik bahwa ke depan lembaga yang merupakan salah satu dari pilar demokrasi ini akan mendorong semangat dan praktik keterbukaan. Maka proyeksi ke depan DPR/DPRD akan menjadi lembaga yang memiliki kultur transparan dan menggunakan teknologi komunikasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi, sejalan dengan semangat UU Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Gagasan dari para milenial adalah hal yang sangat dibutuhkan apalagi terkait permasalahan proyek dan tentunya sidak – sidak akan rutin kita laksanakan. “Bila ada penyelewangan proyek kita perlu awasi, juga perlunya pengawasan bersama baik dari LSM serta rekan media dan tidak cukup dengan satu anggota dewan saja tapi perlu didiskusikan dengan yang lain,” tutupnya.

Azhari Haris dari  PAN  mengatakan politisi milenial harus mengetahui bahwa anak muda itu yang cendrung lebih idealis, harus lebih ketat dalam mengontrol budget terhadap pembangunan, jangan tidak sesuai dengan hasilnya. “Saya harap hadirnya para politisi milenial akan memperkuat parlemen dalam memperjuangan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan Sudirman calon terpilih DPRD Kota Palembang yang juga dari Fraksi PAN untuk menaungi para rekan wartawan baiknya ada media canter yang terkoodinir hingga bisa memproteksi teman – teman media hal itu dirasa perlu karena media merupakan penyambung lidah dewan untuk menyampaikan program dewan.

“Kita pasti sangat terbantu sekali dengan rekan wartawan, sehingga kita bisa menyampaikan program kita kepada masyarakat dan dapat dicontrol juga,” ungkapnya Sudirman.

Laporan          : Srie Gumay/Ril

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here