Warga Resah, Gas Langka dan Mahal

0
343
ilustrasi net

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- Langkanya gas elpiji 3 kg atau gas melon saat ini membuat masyarakat Kota Lubuklinggau pun resah dan mengalami kesulitan. Sebab kalaupun ada, maka harganya pun melonjak.

“Tadi aku beli gas yang 3 kg, aku lah keliling cari gas, dak dapat. Kalau, ada gas 3 kg pasti harganya naik apalagi nak lebaran. Langkanya gas Elpiji 3 kg ini jelas membuat kami rakyat miskin merasa kesulitan untuk masak akibat langkahnya Gas Elpiji dan mahal. Biasanya harganya Rp 20.000 tapi sekarang kalaupun ada harganya sudah mencapai Rp 25.000,” ujar Tanty (26) warga Kelurahan Watervang, Sabtu (2/6).

Senada dengan Indah (38) warga Belalau II mengatakan, sejak beberapa hari terakhir ini, gas elpiji 3 kg sulit ditemukan, baik di warung  kecil maupun di toko. “Jadi kami untuk sementara ini kalau masak  pakai kayu bakar terlebih dahulu sambil  menunggu pasokan gas elpiji 3 kg di warung dan di toko ada,”Ujarnya.

Sementara itu, pemilik toko  manisan  Adi (30) mengatakan saat  ini untuk gas di Kota Lubuklinggau memang lagi kosong, sekarang untuk gas 3 kg yang kami dapatkan ini berasal dari Curup Provinsi Bengkulu.

Selama ini Kota Lubuklinggau merupakan pemasok gas 3 kg untuk wilayah Musi Rawas dan  Muratara, tapi ironisnya, gas 3 kg di Linggau  saat ini lagi kosong.

Laporan          : Donna April

Editor/Posting : Imam Ghazali