Warga Pertanyakan Pengusutan Kasus Dugaan Penyimpangan Pembangunan Masjid Al Hijrah Krakatau

0
265

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Penuntasan kasus dugaan penyimpangan pembangunan salah satu masjid yakni, masjid Al Hijrah yang berlokasi di Jalan Krakatau Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Tmur, baru-baru ini kembali dipertanyakan warga. Pasalnya selain dinilai jalan ditempat, kini Pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) kembali menggangarkan alokasi pengerjaannya pada APBD-P tahun 2017.
“Sampai saat ini kita belum tahu, memang sebelumnya pernah pemborongnya datang minta kita menjadi saksi karena sedang diperiksa oleh pihak Kejaksaan. Tapi kita tidak mau, karena dari awal pengerjaannya mereka tidak pernah melibatkan dan berkoordinasi kepada kita,” ungkap Musdevi, penanggung jawab panitia pembangunan masjid Al Hijrah, ditemui saat melakukan gotong royong pengecoran lantai samping masjid bersama warga, Minggu (08/10).
Menurut Musdevi, progress pekerjaan yang dilakukan pihak pelaksana saat itu hanya sebatas pengerjaan tiang sebanyak 8 tiang berikut balok-baloknya. “Ya hanya 8 tiang saja sama baloknya, dan sebagian dinding dari batu bata itu pun tidak sesuai dan asal-asalan sehingga kami bongkar. Foto-foto hasil pekerjaan mereka ada kami simpan, seandainya kalau dibutuhkan untuk bukti,” ujar pria yang akrab disapa Devi ini.
Masih dijelaskan Devi, dengan anggaran yang telah dialokasikan Pemkot Prabumulih senilai sekitar Rp 280 juta untuk membuat pekerjaan 8 tiang berikut balok dan sebagian dinding bagian depan masjid terlalu besar. “Kami bangun tiga tiang berikut baloknya dengan kualitas bisa dijamin itu memakan biaya hanya sekitar Rp 15 juta pak, itu kok 8 tiang sampai ratusan juta begitu. Jadi banyak warga menanyakannya itu,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Masjid Al Hijrah, Madasi. Bahkan ia menambahkan, pihaknya pernah memberitahukan persoalan itu kepada Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM. “Sudah pernah kita laporkan ke pak Wali, ya kita berharap ada penyelesaian bangunannya sesuai anggaran (RAB),” tandasnya.
Lebih lanjut dia juga menyinggung, pada pelaksanaan pembangunan tahap 2 pada bagian belakang masjid yang kembali dianggarkan di ABT tahun 2017 senilai sekitar Rp 195 juta agar pihak pelaksana kontraktornya membangunnya sesuai gambar design milik panitia masjid. “Kemarin pemborongnya sudah datang, dan kita meminta agar pengerjannya tidak merubah gambar dari kita dan hal ini sudah kita sampaikan sama warga supaya sama-sama mengawasi pekerjaannya,” tegas Madasi.
Sementara itu, Donni warga lainnya mengharapkan pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih untuk mengusut pekerjaan pembangunan masjid Al Hijrah dengan turun ke lapangan dan mengumpulkan bukti data serta keterangan sesuai fakta. “Ini masjid milik orang banyak, untuk ibadah. Ya kalau mencari untung itu yang wajarlah tapi kalau anggarannya sebesar Rp 280 juta hanya dapat 8 tiang dan balok saya kira dan siapa pun pasti heran hasilnya seperti itu,” sebut warga Jalan Krakatau, yang juga Ketua PWI kota Prabumulih ini.
Laporan : Donni
Posting : Andre