Warga PALI Kecewa dengan Kinerja KPUD

0
89

Sumateranews.co.id, PALI- Sejumlah warga yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kecewa dan mengeluhkan kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) PALI, Rabu 27 Juni 2018.

Kekecewaan itu diutarakan lantaran saat pemilihan umum kepala daerah banyak masyarakat yang tidak mendapatkan undangan atau pemberitahuan model C6 -KWK yang dibagikan oleh kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
“Kami kecewa dan mempertanyakan kinerja KPU sebagai komisi pemilihan umum. Entah dimana kesalahannya, tidak profesional atau salah sistem sehingga undangan melalui pemberitahuan tidak ada ke kami. Padahal pemilihan sebelumnya kami dapat undangan,’’ ujar Yuliandi warga Talang Ubi Selatan.

Atas kelalaian ini dia berharap kepada pelaksana pemilihan umum di tingkat kabupaten maupun kecamatan dan desa supaya dapat melakukan pencocokan dan penelitian data yang benar dan tepat. “Kami mengharapkan supaya KPU bisa bekerja benar dan tepat dalam melakukan pemutakhiran data pemilih seperti datang dari rumah ke rumah untuk pencocokan data pemilih. Sehingga undangan dapat diterima oleh kami yang mempunyai hak untuk dapat menyalurkan hak kami untuk memilih,’’ ujar Yuli saat melihat DPT di KPPS, Rabu (27/6).

Dari pantauan Sumateranews.co.id ini di lapangan saat pesta demokrasi dimulai ada kejanggalan yang ditemukam di TPS 02 Desa Simpang Tais. Seperti adanya undangan yang ditetapkan sebagai DPT namun atas nama tersebut yang bersangkutan sudah bertahun tahun sudah tidak ada di Kabupaten PALI dan ironisnya lagi sebaliknya yang berhak memilih justru tidak mendapatkan undangan.
Saat dikonfirmasi ke Ka

ntor Komisi Pemilihan Umum Daerah Adi Candra, S.T Divisi Perencanaan dan Data mengatakan, bahwa hak konstitusional untuk memilih tetap mereka lakukan dengan didaftarkan ke DPTb yang dapat memilih pada pukul 12.00 -13.00 WIB.

“Walaupun tidak dapat pemberitahuan atau undangan mereka masih dapat memilih dengan membawa KTP dan KK. Sedangkan terkait permasalahan yang tidak dapat undangan tapi calon pemilihnya ada, itu tidak sinkronisasi antara data SIAK dari Disdukcapil dan SIDALI dari KPUD sehingga nama tersebut tidak muncul di DPT,’’ tegasnya.

Laporan : Anelka
Editor/Posting : Imam Ghazali