Warga Muara Pea Laksanakan Salat Idul Adha di Balai Desa Ketapang Indah

53

Sumateranews.co.id, ACEH SINGKIL, – “Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar,.Laa ilaaha illallahu wallaahuakbar. Allahuakbar wa lillaahilhamd”.

Suara takbir tasbih, dan tahmid bergema berkumandang bertalu-talu di Balai Pertemuan Desa Ketapang Indah sejak pukul 06:00 subuh tadi, tidak pernah berhenti seperti di Kota Mekkah hari ini, Jumat (31/7).

Gema takbir inipun terus berlanjut hingga pelaksanaan salat Idul Adha, yang tahun ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Ketapang Indah. Sebelumnya, setiap tahun salat Idul Adha digelar di Masjid Al-Muhajjirin. Namun dikarenakan sedang dalam tahap rehab pembangunan dilaksanakan di balai desa tersebut.

Ustadz Ishak Kabang Sagala alumni Pesantren Darul Muta’alimin Tanah Merah, bertindak sebagai Imam salat Idul Adha tahun ini, sedangkan khatib disampaikan oleh Ustadz Baharuddin Ba’a.

Dalam khotbahnya, Ustadz Baharuddin Ba’a mengkisahkan Nabi Ibrahim yang dikenal mencari tuhan, mencari ketauhidan dengan berhijrah ke negeri Syam (Mekkah) dan lalu hijrah ke negeri Palestina. Dia sebutkan, sejarah kehidupan nabi ibrahim begitu sulit.

“Kita sebagai hamba harus taat kepada perintah Allah SWT, seperti Nabi Ibrahim As rela mengorbankan putra semata wayang yang dia sayang yaitu Nabi Ismail As, untuk disembelih jadi kurban seperti perintah Allah SWT,” terang Ustadz Baharuddin Ba’a dalam khutbahnya.

Alumni Kairo Mesir ini juga menyampaikan, gema takbir di Kota Mekkah sebagai tanda kebasaran Allah SWT, dan bahkan seluruh dunia mengkumandangkan takbir untuk mengangungkan kebesaran Allah.

“Hari ini kita diuji oleh Allah SWT, supaya kita bisa berkurban seperti Nabi Ibrahim As, bedanya pada masa Nabi Ibrahim putranya Nabi Ismail As dijadikan kurban untuk disembelih,” kisahnya.

Laporan : Ramail III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here