Warga Gudang Dinamit Keluhkan Krisis Air Bersih, Ini Jawaban Direktur PDAM PALI 

0
126

PALI – Warga yang tinggal di jalan Handak Gudang Dinamit RT 04 RW 01 kelurahan Handayani, kecamatan Talang Ubi, kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), provinsi Sumatera Selatan kembali mengeluhkan krisis air bersih di daerahnya.

Bahkan tak sedikit warga, yang berencana ingin pindah dan menjual rumahnya karena sudah tidak tahan harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ya ini masih mencari pembelinya yang mau, sudah lama sih ditawarkan tapi belum laku. Padahal daerah ini sudah termasuk wilayah kota dan dekat Pertamina,” keluh salah satu warga yang minta namanya tidak ditulis, kepada awak media, baru-baru ini.

Masih dikatakannya, ia bersama warga lainnya sudah beberapa kali melaporkan perihal kesulitan mendapatkan air bersih di daerah tersebut dan minta dipasangkan jaringan pipa PDAM.

“Namun seperti tidak ditanggapi, sampai sekarang kami terpaksa harus membeli air untuk keperluan di rumah, masak, mencuci dan lain-lain,” ucapnya.

Sebelumnya keluhan serupa juga disampaikan oleh Mbah Yem. Bahkan, warga yang sudah tinggal puluhan tahun di daerah tersebut kerap mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumahnya

“Sudah puluhan tahun lamanya, kami tinggal di RT 04 jauh sebelum kabupaten PALI misah dari kabupaten Muara Enim. Penduduk di sini mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air bersih. Kalu tidak hujan terpaksa harus beli, karena kalu bikin sumur dak metu (tidak keluar) airnya, jika kemarau panjang, kita terpaksa membeli air Rp150 ribu per tengkinya, karena untuk mandi dan memasak,” cerita Mbah Yem.

Mbah Yem pun berharap, memasuki Dirgahayu RI ke-77 tahun, dan kabupaten PALI, yang hampir berusia 9 tahun, daerah tempat tinggalnya akan dimasuki jaringan pipa PDAM sehingga tidak kesulitan lagi mendapatkan air bersih.

Keluhan senada juga diutarakan oleh Puput. Menurutnya, untuk kebutuhan air bersih per minggu, warga harus merogoh kocek Rp150 ribu dan jika sebulan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp600 ribu. Angka yang cukup besar hanya untuk kebutuhan air sehari-hari.

“Indonesia sudah merdeka selama 77 tahun. Kabupaten PALI mekar sudah 9 tahun. Namun kami masyarakat di sini belum merdeka. Air bersih pun belum bisa kami nikmati. Kami warga RT 04 selama ini sangat mendambakan air bersih. Mudah mudahan melalui pemberitaan media ini bisa sampai ke pemerintah dan pihak manajemen PDAM kabupaten PALI, agar dapat memberikan perhatian, kepada kami yang sangat membutuhkan air bersih,” harapnya.

Terpisah, Direktur Utama PDAM kabupaten PALI, Edi S, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, terkait keluhan dan keinginan warga tersebut, tidak memberikan penjelasan dan hanya meminta media ini untuk datang ke kantornya untuk wawancara langsung secara tatap muka.

“Siap bos, tapi klau tidak keberatan sy mau konfirmasi mslh tsb secara lisan dan langsung, bsk jam 10 sy ada di kantor. Mks,” tulisnya tanpa memberikan balasan lagi, ketika media ini kembali meminta yang bersangkutan untuk menjawabnya di aplikasi WhatsApp. (Red)

Editor: Donni